Ali Fanser: Radikalisme Positif dan Padikalisme Negatif harus dipahami dengan jelas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Peringatan Hari Pahlawan 10 November yang akan datang diharapkan menjadi momentum untuk mengobarkan semangat dalam membangun bangsa dalam memerangi faham-faham radikalisme dan intoleransi.

Ali Fanser Marasabessy Ketua umum Pemuda Bravo5 menilai istilah radikalisme yang beredar dimasyarakat selalu diartikan sebagai sesuatu yang buruk. Sebenarnya semua itu tergantung kita melihat dari sudut pandang pada tujuan dan juga manfaatnya.

Menurutnya, Radikalisme merupakan sebagai sebuah gerakan idiologi itu memiliki dua jenis, yaitu radikalisme positif dan radikalisme negatif dilihat dari berbagai sudut pandangnya.

“Kita harus pintar-pintar membedakan antara radikalisme positif dan ada radikalisme negatif. Itu harus dipahami dulu,” ungkap Ali Fanser saat menjadi pembicara dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih yang diadakan di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Radikalisme bisa dikatakan positif jika dalam gerakannya bertujuan untuk kebaikan, keadilan, dan dapat memberikan manfaat untuk orang banyak.

“Kalau radikal dalam kebaikan, dalam memberi manfaat pada orang itu tidak berbahaya, malah kita anjurkan,” jelasnya.

Ali Fanser juga mengingatkan bahwa yang sangat berbahaya adalah radikalisme negatif. Dimana radikalisme ini akan membawa kerusakan, menimbulkan permusuhan, dan tidak memberi manfaat bagi banyak orang.

“Kalau membuat rusuh, memecahbelah bangsa, mencelakakan orang lain dengan alasan idiologi tertentu, itu radikalisme negatif. Tidak boleh,” ujarnya

Ali Fanser yang juga dikenal sebagai koordinator Aliansi Pemuda Maluku dan Maluku Utara ini menambahkan, Indonesia merupakan sebagai negara demokratis telah memberikan kebebasan individu secara luas dalam menentukan pilihan. Setiap insan dan individu masyarakat harus pintar-pintar menentukan pilihan dan keputusan.

“Misalnya air dalam gelas ada racunnya. Semua orang bebas milih mau dibuang air itu atau mau diminum. Silahkan. Tapi kalau diminum ya tanggung sendiri akibatnya, bisa mati keracunan. Yang tidak boleh adalah memaksa orang lain ikut minum racun,” jelasnya.

Dalam wawancara setelah acara diskusi, ketika ditanya oleh awak media prihal Kementerian Agama, dimana Ketua Umum Bravo 5 yaitu Fachrul Razi memjadi Menteri Agama pada kabinet Indonesia Maju, Ali Fanser selaku ketua pemuda Bravo 5 menjawab, jika pihaknya akan membeck-up penuh kebijakan menteri agama Fachrul Razi, termasuk dalam kampanye anti radikalisme.

“Kami dukung penuh, kebijakan-kebijakan pak Fachrul Razi sebagai Menteri Agama. Sebab semua kebijaka beliau pasti disandarkan pada kepentingan basa dan negara. Itu pasti,” tegas Ali Fanser menutup.

 

 

Reporter : BS

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *