Guberbur Kaltara : Terus berinovasi demi kemajuan Kaltara, ekonomi desa kuat bangsa semakin maju

  • Whatsapp
Gubernur Kaltara Dr.H.Irianto Lambrie

MITRAPOL.com, Kaltara – Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa II Tahun 2019 di ruang pertemuan lantai 2 Swiss-Belhotel Tarakan. Rabu (6/11) malam.

Kegiatan dengan mengangkat tema “Gerakan Inovasi Desa Untuk Mewujudkan Desa Mandiri” ini dihadiri Gubernur Kalimanta Utara Dr.H.Irianto Lambrie dan diikuti oleh para kepala desa dan aparat desa se-Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Kaltara Dr.H.Irianto Lambrie merasa bersyukur dan berbahagia dapat berkumpul bersama para kepala desa dan aparat desa se-Kalimantan Utara.

Alhamdulillah, malam ini saya merasa berbahagia bisa hadir bersama para kepala desa dan aparat desa, dalam Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa II Tahun 2019 Pemerintah Provinsi Kaltara berencana membentuk desa inovasi.

Desa inovasi, adalah desa yang mampu memiliki daya dukung, kapasitas, dan daya saing dalam memanfaatkan potensi sumber dayanya dengan cara yang baru melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendayagunaan kearifan lokal untuk kesejahteraan, kemajuan desa, dan peningkatan taraf hidupnya dengan melibatkan segenap unsur desa, ujar Gubernur Kaltara.

Gubernur Kaltara Dr.H.Irianto Lambrie bersama para peserta Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa II Tahun 2019

Lanjut Gubernur, kenapa harus mensosialisasikan inovasi? Karena, apa yang dinikmati saat ini adalah hasil inovasi. Jadi, apabila tidak ada inovasi maka kita tidak akan menikmati fasilitas yang ada saat ini.

Dari itu, penting bagi kita untuk memahami inovasi. Tak terkecuali bagi aparatur desa. Pemahaman inovasi secara komprehensif penting, sehingga dapat lebih terarah terwujudnya inovasi tersebut.

Inovasi, atau disebut juga reka baru. Tujuannya, salah satunya adalah menciptakan atau memperbaiki produk yang sudah ada. Produk itu, berbentuk barang dan jasa. Proses atau sistem pun dapat dilakukan inovasi sehingga memiliki kelebihan nilai secara signifikan.

Nilai tambah dimaksud, adalah nilai ekonomi atau nilai manfaat dari produk yang ada. Makin tinggi nilai tambahnya, maka semakin banyak keuntungan diperoleh.

Di masa kini, dengan adanya inovasi, membuat orang untuk terus bersaing secara ketat menghasilkan inovasi. Di perdesaan pun memungkinkan munculnya beragam inovasi.

Dari itu, dengan terbitnya UU Desa maka makin melecut pembangunan perdesaan, salah satunya lewat program inovasi desa.

Konsep pembangunan desa di Indonesia, hebat dan kongkrit. Bahkan, kini melangkah kepada pembangunan inovasi dari desa.

Pemerintah pun mendorong lembaga atau masyarakat desa untuk melakukan inovasi. Kaltara salah satu provinsi yang telah memulai inovasi dengan baik. Harapannya, setiap kepala daerah dapat memotivasi warga desa untuk melakukan inovasi.

Saat ini, hampir 50 ribu inovasi diciptakan di Indonesia. Namun sangat sedikit yang bernilai ekonomi. Untuk itu, diperlukan pengembangan infrastruktur yang menopang inovasi dan pengembangan spirit kewirausahaan.

Untuk itu, inovasi harus disosialisasikan, fasilitasi dan diberi permodalan yang memadai. Yang pasti, untuk mewujudkan inovasi butuh dana yang tidak sedikit. Inovasi dapat juga berarti pembaharuan yang akan memunculkan hak cipta atas produk yang diciptakan tersebut.

Di Kaltara pada 2019, terdapat 11 Desa Mandiri, 31 Desa Maju, 135 Desa Berkembang, 206 Desa Tertinggal, dan 64 Desa Sangat Tertinggal.

Pada 2019, dana desa disalurkan untuk Kaltara sebesar Rp 463 miliar. Dana desa itu diprioritaskan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, serta pembiayaan kegiatan yang bersifat lintas bidang (Prudes, Prukades, BUM Desa, BUM Desa Bersama, Embung dan Sarana Olah Raga Desa) sesuai kewenangan desa.

Ada sejumlah inovasi yang dilakukan Pemprov Kaltara untuk mensejahterakan rakyat melalui pelayanan publik maka dengan komitmen ‘negara hadir di tengah masyarakat’.

Di sini, inovasinya berupa inovasi pelayanan yang tanggap, cepat dan mudah, serta terjangkau melalui beberapa program kegiatan. Seperti, Sipelandukilat, Dokter Terbang, Respons Kaltara, dan lainnya.

Untuk itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo maka inovasi bukan hanya menjadi pengetahuan, namun harus menjadi budaya. Inovasi juga harus menjadi gerakan.

Ibarat “Perahu Naga”, antara penabuh genderang (pemimpin) dengan pendayungnya (pegawai), harus memiliki visi, persepsi, dan frekuensi yang sama dalam menjalankan tugas organisasi.

Selain itu, tugas yang dilakukan secara “berjamaah” akan menghidupkan medan magnet yang membangkitkan energi lebih dahsyat dibanding dilakukan sendirian. Dan, kolektivitas juga akan membentuk mutual-trust antara atasan dengan bawahan dan antar pegawai.

Untuk itu, ke depan Pemprov Kaltara akan membentuk desa inovasi. Yakni, desa yang mampu (memiliki daya dukung, kapasitas, dan daya saing) dalam memanfaatkan potensi sumber dayanya dengan cara yang baru melalui pemanfaatan Iptek serta pendayagunaan kearifan lokal untuk kesejahteraan, kemajuan desa, dan peningkatan taraf hidupnya dengan melibatkan segenap unsur desa.

Adapun aktor dalam pengembangan desa inovasi, yakni masyarakat desa sebagai pelaku utama inovasi sesuai potensi di perdesaan (mampu menculkan finished product), Pemerintah Desa mengembangkan peta jalan (roadmap) inovasi pembangunan di perdesaan dengan mengikutsertakan segenap komponen masyarakat.

Lalu, badan usaha desa, UMKM, dan pelaku usaha di perdesaan sebagai pengguna, pengelola, dan pemasar produk inovasi; kader pemuda dan akademisi mendukung transfer Iptek dan pendampingan kegiatan inovasi di perdesaan; dan, Pemerintah Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, dan Pusat memberi insentif teknologi inovasi, fasilitasi, dan pembinaan pengembangan inovasi di perdesaan.

Faktor-faktor kunci dalam pengelolaan potensi desa secara inovatif, yakni spesialisasi produk, dukungan penelitian dan pengembangan, sumber daya pengetahuan dan keterampilan, pengembangan SDM, ketersediaan dan akses bahan baku, ketersediaan sumber daya modal, jiwa kewirausahaan, kepemimpinan dan visi bersama, serta jaringan kerja sama dan modal sosial, pungkas Gubernur Kalatara Dr.H.Irianto Lambrie.

 

 

Reporter : Yusuf. P

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *