Usai negoisasi, masyarakat adat tiga kampung cabut palang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Merauke – Masyarkat adat tiga kampung, Yobar, Spadem, dan Kayakai akhirnya mecabut Palang di Terminal Baru Bandar Udara Mopah Merauke, setelah menduduki Bandara tersebut selama 8 jam. Jumat (08/11).

Pencabutan palang tersebut dilakukan karena masyarakat adat telah melakukan koordinasi dengan Bupati Merauke melalui asisten 1 sekda Kabupaten Merauke Joko Guritno melalui Via telpon.

Dalam Koodrinasi itu Joko Guritno mengaku telah membacakan kepada Bupati Merauke melalui via telepon surat permohonan dari Badan Pengurus Pembebasan Tanah Bandar Udara Mopah Merauke seluas 60 Hektar tertanggal 6 November 2019 yang didalam nya berisikan permohonan bantuan dana guna melengkapi persyaratan pembayaran ganti kerugian tanah Bandara Mopah Merauke senilai Rp.2.500.000.000; (dua miliar lima ratus juta rupiah).

Hasil dari koordinasi antara Asisten 1 Sekda Merauke dengan Bupati Merauke, asisten satu Merauke Joko Guritno menyampaikan kepada Badan Pengurus Pembebasan Tanah Bandar Udara Mopah Merauke Seluas 60 Hektar, Lembaga Masyarakat Adat Malind Imbuti, dan LMA Suku Malind Anim Ha Kabupaten Merauke bahwa Bupati Merauke telah menyetujui pemberian bantuan dana senilai Rp. 25.000.000.000; Kepada Badan Pengurs Pembebasan Tanah Bandar Udara Mopah Merauke Seluas 60 Hektar, Lembaga Masyarakat Adat Malind Imbuti, dan LMA Suku Malind Anim Ha Kabupaten Merauke.

Berdasarkan penyampaian dari asisten 1 sekda Merauke tersebut maka Badan Pengurus Pembebasan Tanah Bandar Udara Mopah Merauke Seluas 60 Hektar, Lembaga Masyarakat Adat Malind Imbuti, dan LMA Suku Malind Anim Ha Kabupaten Merauke langsung melakukan rapat, dan hasil dari rapat tersebut disetujui untuk pencabutan palang di Terminal Baru Bandar Udara Mopah Merauke.

Ignasius Bole Gebze, selaku wakil ketua 1 LMA Suku Malind sekaligus pemilik hak ulayat kampung Spadem menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Daerah yang telah merespon surat dan aksi pemalangan dari Badan Pengurus Pembebasan Tanah Bandar Udara Mopah Merauke Seluas 60 Hektar, LMA Malind Imbuti, dan LMA Suku Malind Anim Ha Kabupaten Merauke.

Namun Ignasius berharap semoga janji Pemda Merauke ini bukan merupakan isapan jempol belaka, mengingat pihaknya sudah sangat jenuh dengan janji-janji hampa yang hanya menyenangkan hati masyarakat namun tidak pernah terealisasi, sehingga hanya menyenangkan hati pejabat dan menyakiti hati masyarakat, pungkasnya.

 

 

Reporter : NW

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *