Indonesia satu dari tujuh negara di dunia yang akan hancur oleh paham radikalisme

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Haidar Alwi yang merupakan pengiat intoleransi, radikalisme, dan Teroris menyampaikan pandangannya kepada peserta diakusi, bagaimana intoleransi akan membuat kehancuran bagi bangsa Indonesia.

Ada tujuh negara di dunia yang akan di hancurkan oleh paham radikalisme, di antaranya adalah bangsa Indonesia. Beberapa negara yang di dalam tujuh negara tersebut sudah mengalami kehancuran, seperti diantara beberapa negara di Timur Tengah.

Tambah Haidar menjelaskan, hal itu di dapat dari informasi beberapa perwakilan dari delegasi dari sejumlah utusan berbagai negara dalam acara pertemuan internasional di Teheran, Iran. sesuai keterangan mereka, bahwa Indonesia merupakan negara ketujuh atau negara terakhir setelah negara-negara di kawasan Timur Tengah yang akan mengalami kehancuran melalui berbagai cara, seperti Irak, Suriah, dan seterusnya.

“Kenapa Indonesia, saya tanya. Karena Indonesia itu terlalu seksi untuk didiamin saja. Negara lain yang sumber daya alamnya alakadarnya mereka pikirin, masuk dengan alasan tertentu. Indonesia kaya akan sumber daya mineral,” ungkap Haidar usai diskusi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019).

Karena itu, bangsa Indonesia harus menyadari bahwa ancaman radikalisme itu sudah di depan mata, kita lihat dari apa yang telah terjadi beberapa kejadian. Bahkan, sejumlah ulama yang didatangi Haidar, juga menyampaikan hal yang sama bahwa Indonesia merupakan target terakhir dari radikalisme internasional.

“Caranya jelas. Saya tanya, kan Indonesia itu ramah, tidak sadistis. Tapi ISIS pernah ada lomba sadis-sadisan eksekusi orang. Ternyata, yang paling sadis itu 1, 2, 3 dari Indonesia. Cek saja di YouTube. Yang ketiga itu dari Philipin. Orang Sulut yang hijrah ke Marawi. Marawi itu test case¬† rangking 1, 2, 3 itu dari kita,” ungkap Haidar

Karena itu, jika ada pihak termasuk pengamat yang menyampaikan bahwa Indonesia tidak akan seperti negara yang hancur serta penyampaian isu radikalisme hingga terorisme hanya mengalihkan isu, upaya ini mirip yang terjadi di beberapa negara yang alami kehancuran.

“Coba saja kita liat kejadian pada 21-22 Mei itu nyaris terjadi. Ada 6 orang yang ditembak meninggal. Rencananya itu yang akan ‘digoreng’, ada tentara dan polisi masuk masjid tanpa membuka sepatu. Bahwa era Jokowi sadis, itu yang akan ‘digoreng’. Kata saudara yang di situ [dekat masjid], itu pake seragam tapi bukan tentara dan polisi, tapi itu bukan aparat. Itu yang akan digoreng,” kata Haidar

Tambahnya, jika pemerinah Indonesia tidak hati-hati dalam menangani aksi 22-23 Mei pada saat itu, maka semua akan bablas dan hancur.

“Jika Jakarta meletus, daerah bergerak dan tidak bisa dihentikan. Alhamdulillah Allah sayang sama kita sehingga itu tidak terjadi,” ujarnya menutup.

 

 

Reporter : BS

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *