Diduga tidak berijin, Aktivitas stok faile pencucian galian pasir dikeluhkan warga

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Aktivitas stok faile dan pencucian galian pasir di Kampung Palayangan, Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak Provinsi Banten dikeluhkan masyarakat, selain diduga tak berizin, keberadaannya dianggap melanggar Ketertiban, Keindahan dan Kenyamanan (K3).

Abdulah, salah seorang warga setempat yang dimintai komentarnya oleh Mitrapol.com, mengatakan, selama ini warga sangat terganggu dengan keberadaan stok faile dan pencucian pasir yang ada di daerah Pelayangan karena kerap membuat jalanan licin, becek, berlumpur dan berisik, apa lagi lokasi pencucian pasir berada tepat dipinggir jalan, ujarnya.

“Selain itu, aktivitas pencucian pasir itu diduga belum mengantongi izin,” kata Abdulah, Selasa (12/11).

Menurut dia, keberadaan stok faile dan pencucian pasir tak seharusnya berdiri dipinggir jalan. Keberadaannya tentu sangat melanggar aturan Analisis dampak lingkungan (Amdal). Apalagi, selain menimbulkan becek dan berlumpur, keberadanya juga kerap menimbulkan kemacetan akibat hilir mudik kendaraan truk di lokasi tersebut.

“Mobil truk kadang parkir sembarangan dipinggir jalan, ya pastinya selalu bikin macet,” katanya.

Warga berharap agar pemerintah Kabupaten Lebak segera melakukan tindakan menutup aktivitas galian pasir tersebut. Alasanya, keberadaan pencucian pasir sangat menganggu dan melanggar K3, sehingga pemerintah daerah harus bersikap tegas.”Sangat menganggu, pemerintah daerah berani berani bertindak,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja kasat (Satpol PP) Lebak, Dartim mengaku akan segera menindaklanjuti keluhan warga soal adanya aktivitas pencucian pasir tersebut. Pihaknya melakukan lidik untuk memastikan aktivitas pencucian pasir itu sudah sesuai aturan apa belum. “Kita akan lidik dulu dan memeriksa ke lokasi,” ujarnya.

 

 

Reporter : A4N

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *