Joni Iskandar divonis mati gara-gara bawa sabu 27 kg dan Ekstadi 13.500 butir

by -14 views

MITRAPOL.com, Medan – Terbukti bersalah memiliki, menyimpan dan membawa sabu 27 kilogram dan ekstasi 13.500 butir, Joni Iskandar (39 ) divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (12/11).

Saat amar putusan dibacakan,  terdakwa yang beralamat Dusun IX Gg. Bantan No.99 Desa Bandar Klippa  Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang, acap terngadahkan kepalanya sambil menatap kearah majelis hakim.

Menurut majelis hakim.diketuai Safrin Batubara, sesuai fakta-fakta yang terungkap di persidangan, terdakwa melanggar pasal pasal 114 (2) Jo. Pasal 132 (1)  UU RI No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Menanggapi putusan majelis hakim, terdakwa Joni Iskandar dan penasehat hukumnya, Sri Wahyuni dari LBH Menara Keadilan menyatakan, menolak putusan dan akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Sumut.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Wahyuni  menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim.

Disebutkan, terdakwa bersama-sama dengan Ayaradi dan Bah Utuh (DPO), Jumat 22 Februari 2019 sekira pukul 07.00  wib dengan sengaja membawa narkoba jenis sabu dan ekstasi menuju  Medan.

Sesuai dakwaan, peristiwanya Februari  2019 di Simpang 3 Desa Matapao  Kec. Sei Mengkudu Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara, terdakwa melakukan  permufakatan jahat, melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan satu.

Rabu 20 Februari 2019 sekira Pukul 15.00 Wib, terdakwa dihubungi oleh Ayaradi (DPO) dan disuruh menjemput narkotika. Selanjutnya AyaradiI  mengirimkan uang jalan kepada  terdakwa sebesar Rp. 5 juta

Sekira pukul 15.30 Wib, terdakwa dihubungi  kembali dan  menyuruh terdakwa agar siap siap pada hari Jumat, terdakwa mengatakan ”OK”.

Jumat 22 Februari 2019 sekira pukul 06.00 Wib, Ayaradi  menyuruh  terdakwa untuk berangkat ke Sialang Buah Desa Matapao Kec.Sei Mengkudu Kab. Serdang Bedagai, lalu terdakwa diberi nomor handphone, agar  terdakwa  menghubungi  dan menjumpai orang tersebut.

Orang yang dihubungi bernama Bah Utuh  (DPO),  keduanya bertemu   di simpang Sialang Buah. Kemudian keduanya mengambil narkotika tersebut di pinggir jalan sebuah perkampungan.

Narkoba dikemas dalam beberapa goni dan bungkusan. Kemudian  terdakwa pun melanjutkan perjalanan  menuju kota Medan. Namun saat sampai di Simpang Tiga Matapao , tiba tiba mobil terdakwa dihentikan petugas Ditresnarkoba Polda Sumut.

Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan  dua goni mencurigakan di belakang mobil terdakwa. Selanjutnya polisi menyuruh terdakwa untuk membuka bungkusan plastik hitam tersebut. Nah ditemukan narkoba jenis sabu 27 kg, ekstasi 13.500 butir.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *