Acheh Future minta Bupati ingatkan Camat jangan mudah umbar janji

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Terkait adanya pemberitaan disebuah media online tentang penolakan bantuan rehap rumah tidak layak huni untuk seorang janda miskin dari Kabid Linjamsos Kabupaten Aceh Timur, Saharani. S.Ag. MA beberapa waktu lalu. melalui pesan Whatsappnya Ketua LSM Acheh Future Razali Yusuf angkat bicara terkait hal tersebut. Rabu. (13/11).

Razali Yusuf menyebutkan, Rumah tidak layak huni tersebut adalah milik janda miskin bernama Hanifah Idris (40), alamat Dusun Teupin Siren, Gampong Meunasah Asan, Kecamatan Madat Aceh Timur.

“Saya heran, kok ada pemberitaan bantuan rehab rumah untuk Hanifah Idris ditolak, yang diserahkan oleh Kabid (linjamsos) Saharani. S.Ag. MA dari Dinas Sosial Aceh Timur. Sedangkan kami tidak melihat Kabid (Linjamsos) Saharani. S.Ag. MA dilokasi. Menurut kami, ini merupakan pembohongan publik,” ujar Ketua Lembaga Acheh Future Razali Yusuf.

Razali juga mengatakan, “Bantuan berupa tripleks 4 mili sebanyak 50 lembar, dan seng ukuran 8 sif 40 lembar dan paku 5 kg yang diserahkan oleh camat Madat untuk janda miskin Hanifah Idris itu sangat wajar dan tidak bisa di gunakan. Karena semua tiang dan balok seng atap rumah Hanifah Idris semuanya sudah lapuk termakan usia,” ujar Razali menambahkan.

Perlu kami jelaskan, sebenarnya Hanafah Idris bukan menolak bantuan dari Pemerintah Aceh Timur, tapi rumahnya sudah tidak layak untuk direhab, dan juga rumah Hanifah Idris akan dibangun dalam waktu dekat ini oleh sebuah Lembaga Sosial di Aceh, dengan syarat, rumah yang ditempati Hanifah Idris dan tiga anaknya ini jangan ada perubahan,” ujar Razali Yusuf yang akrab disapa Cekli.

Dijelaskan Hanifah Idris, sudah pernah menyampaikan kepada Razali Yusuf untuk disampaikan kepada Camat Madat Mukhtaruddin, SE pasca penyerahan bantuan berupa triplek dan seng tersebut.

“Saat itu saya sampaikan kepada Camat Madat dihadapan tiga wartawan dan turut disaksikan Masri SP tokoh masyarakat. Saya siap menandatangani berkas penyerahan, pada hari Senin, kala itu. Dan hal ini sudah ada komitmen dengan Camat.

Tapi anehnya, “Koem Han Salam Tan, Mandum barang bantuan nyan Geucok Pulang dan Han kutuhoo geuba.” ujar Cekli dalam bahasa Aceh. artinya. Semua barang tersebut diambil balik, tanpa pemberitahuan yang jelas ke semua pihak, kata Cekli lagi.

“Disaat utusan camat datang untuk mengambil barang tersebut, si petugas itu mengatakan, “Meunyo Han Neutung Idroe Nueh, Lon Joek keu gob. (Kalau tidak mau saya serahkan orang lain)

Hanifah lalu menjawab, “Neujok laju, karena nyan koen Ata lon.” (Ambil saja, karena itu bukan milik saya )

Oleh karena itu, Razali meminta kepada Bupati Aceh Timur untuk mengingatkan Camat Madat agar tidak memberikan janji palsu kepada masyarakat miskin, “Jangan benjanji dengan masyarakat, karena beliau (camat) bukan dewan dan bukan penguasa anggaran,” ketus Razali Yusuf yang juga mengutip sedikit komentar dari anak kandung Hanifah.

“Dulu pernah datang Camat Madat kerumah kami dan menjanjikan bantuan rumah Rekontruksi, kata camat rumah untuk kami akan dibangun pada akhir tahun 2018 lalu,” ujarnya.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *