Harapan Makdunsyah miliki rumah layak, pupus di tangan Geuchik Krueng Batu

by -675 views

MITRAPOL.com, Tapaktuan – Makdunsyah (44) warga dusun Tengoh gampong Krueng Batu kecamatan Kluet Utara kabupaten Aceh Selatan harus rela, ketika harapannya untuk memiliki rumah layak huni yang diberikan dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (Perkim) Aceh, harus dialihkan kepada orang lain.

Berdasarkan informasi, awalnya Makdunsyah terdaftar sebagai penerima bantuan Paket pembangunan rumah layak huni kabupaten Aceh Selatan – 5 dengan nomor urut penerima manfaat ke 4.

Kepada media ini dia mengatakan hal itu diketahui ketika Geuchik Gampong Krueng Batu menelepon dan memberitahukan kabar gembira tersebut, namun entah kesalahan input dari panitia atau dinas terkait, nomor induk KTP yang tertera di lembaran penerima bantuan atas nama Makdunsyah itu berbeda dengan nomor induk KTP nya.

“Saat itu geuchik menelpon saya dan memberitahukan bahwa saya akan memiliki rumah bantuan dari dinas perkim, namun geuchik menyampaikan bahwa ada kesalahan nomor induk KTP,” ucap pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini saat di wawancarai Mitrapol.com, Jum’at (15/10).

Saat memberitahukan kesalahan nomor induk KTP itu sambungnya, Keuchik juga menjanjikan akan membantu pengurusannya, serta meminta uang sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) untuk biaya pengurusan.

“Geuchik sempat meminta sejumlah uang kepada saya untuk biaya pengurusan kesalahan nomor induk KTP itu, namun besaran jumlah biaya itu tidak dapat saya sanggupi,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, anehnya hingga proses pembangunan rumah bantuan dinas perkim kepada penerima manfaat lain sudah dimulai, rumah yang dijanjikan untuknya belum juga dibangun.

“Pihak panitia juga sudah pernah melakukan pengambilan gambar di lokasi rencana pembangunan rumah bantuan untuk saya, tapi hingga proses pembangunan dilaksanakan, rumah bantuan untuk saya tidak ada kabar berita lagi,” tuturnya.

Karena penasaran akhirnya Makdunsyah menjumpai TKSK kecamatan Kluet Utara dan menanyakan perihal rumah bantuan untuknya.

Selain itu Makdunsyah juga menyampaikan apa yang dialaminya kepada aparat gampong, pada Rabu (12/11) didampingi perangkat gampong Makdunsyah menjumpai pihak Perkim Aceh Selatan untuk menanyakan perihal rumah bantuan tersebut.

Setelah di telusuri akhirnya di ketahui bahwa geuchik gampong Krueng Batu telah melayangkan surat Penolakan/pembatalan dan peralihan calon penerima rumah bantuan yang di tujukan kepada dinas PU Aceh c/q Perkim Provinsi Aceh.

Dalam surat bernomor 412.4/349/X/2019 yang dikeluarkan pada tanggal 26 Oktober 2019 itu, geuchik gampong Krueng Batu menolak dan mengalihkan bantuan tersebut kepada warga atas nama Leo Saputra dengan alasan bahwa , warganya yang bernama Badunsyah (bukan Makdunsyah) dengan Nik seperti yang terdaftar dalam daftar calon penerima rumah bantuan, telah meninggal dunia dan tidak memiliki ahli waris sebagai tanggungannya.

Siapakah sosok Makdunsyah yang dimaksud Perkim Aceh sebagai penerima rumah layak huni di Gampong Krueng Batu jika bukan Makdunsyah seorang lelaki petani yang lokasi rumahnya itu sudah pernah di dokumentasikan pihak panitia?

LaluLalu siapa pula Badunsyah sipemilik nomor intuk KTP yang terdaftar dengan nama Makdunsyah, yang namanya juga ditulis dalam surat yang dilayang Geuchik Krueng Batu kepada dinas PU Aceh, benarkah dia warga Krueng Batu yang telah meninggal?

Makdunsyah hanya berharap agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini, agar hal serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

 

 

Reporter : Safdar S

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *