Tokoh muda ASJA pertanyakan perkembangan proses pemekaran Aceh Selatan Jaya

by -175 views

MITRAPOL.com, Tapaktuan – Mencuatnya isu pemekaran yang direspon dengan signal positif oleh pemerintah pusat terhadap Provinsi Papua yang rencananya akan dimekarkan menjadi Provinsi Papua Selatan dan Papua Tengah/Pegunungan. Hal itu terjadi disaat moratorium pemekaran belum dicabut, ironisnya lagi sebelumnya secara diam-diam pemerintah pusat juga telah memekarkan provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Keputusan ini dinilai tokoh pemuda Aceh Selatan Jaya (ASJA) Hasbain,S.pd tidak fear dikarenakan usulan pemekaran Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Kabupaten Aceh Selatan Jaya (Asja) sudah melengkapi syarat untuk dimekarkan dari kabupaten induk yaitu Aceh Selatan.

Sebelumnya Hasbaini beberapa hari bulan lalu pernah bersilaturahmi dengan Ketua Pemekaran Aceh Selatan Jaya (Asja) Tgk. Waled Murhaban yang juga pimpinan pondok Pesantren Ashabul Yamin Bakongan, yang didampingi oleh sekretaris umum Rajuddin dan tokoh Kluet Raya Misbah, S.Ag

Menurut Hasbaini Walet Murhaban mengatakan segala pemberkasan sudah lengkap sampai kajian kelayakan di sektor ekonomi, dan tinggal persetujuan presiden, namun dikarenakan masih diberlakukannya moratorium, pemekaran tersebut urung dilaksanakan.

“Menurut Waled, Asja masuk kategori terbaik pada pengusulan berkas CDOB yang diajukan ke pemerintah pusat dan terhitung sangat cepat, tentu hal ini berkat dukungan dan doa seluruh masyarakat,” terang Hasbaini kepada Mitrapol.com, di Tapaktuan, Sabtu (16/11/2019)

Ia melanjutkan pemekaran provinsi Papua diyakini akan mekar menjadi empat provinsi yaitu Papua, Papua Barat, Papua Selatan dan Papua Tengah/Pegunungan.

“Terkait pemekaran wilayah, kita tidak perlu mempersoalkannya karena merupakan usulan dari masyarakat dari tiga wilayah yaitu Kluet Raya, Bakongan Raya dan Trumon Raya,” jelasnya.

Menurutnya dengan adanya pemekaran itu akan terjadinya pemerataan, percepatan pembangunan, efesiensi cakupan wilayah administrasi pemerintahan, meningkatkan perputaran ekonomi, terbuka lapangan kerja baru, dan pada akhirnya menekan angka kemiskinan.

“Bayangkan setidaknya lulusan SMA/SMK/MA dan Perguruan tinggi yang sedang mencari lapangan kerja mencapai 30 ribu orang di Aceh Selatan, namun angka tersebut akan terus bertambah disetiap tahunnya. Sebuah angka yang fantastis,” timpalnya.

Ia mengatakan seharusnya pemerintah mampu memberdayakan usia produktif tersebut menjadi sebuah peluang menuju Aceh Selatan Hebat.

“Banyak pihak mempertanyakan sejauh mana proses pemekaran tersebut, karena berbagai kegiatan yang telah dihimpun baik ketika di Banda Aceh maupun di daerah merupakan hasil dari sumbangan masyarakat untuk menyatukan visi bersama sehingga tidak ada lagi pro dan kontra,” sebutnya.

Namun seiring waktu, usulan yang difasilitasi oleh pemerintah Aceh Selatan yang ketika itu dipimpin oleh Teuku Sama Indra, SH dan Kamarsyah, S.Sos., MM (SAKA) yang kemudian memplot dana untuk panitia pemekaran ASJA dan memohon kepada pemerintah Azwir, S.Sos dan Tgk. Amran (Azam) yang saat ini dipercaya masyarakat Aceh Selatan untuk memimpin, maka kami para pemuda ASJA meminta dukungan penuh dan memplot dana untuk panitia pemekaran demi keberlanjutan proses pemekaran tersebut.

 

 

Reporter: Safdar. S

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *