Kades Sungai Radak 1 diduga tidak transfaran dalam penggunaan anggaran, LSM LIBRA angkat bicara

by -113 views

MITRAPOL.com, Kubu Raya, Kalbar – Program Dana Desa adalah salah satu program andalan pemerintahan untuk memeratakan pembangunan dan mengurangi ketimpangan di perdesaan.karena itu, penting untuk memastikan pengunaan dana desa berada pada jalur yang tepat.

Ketua Lembaga Independen Bina Rakyat (LIBRA) Indonesia DPD Kalbar, Syafriudin saat dikonfirmasi awak media menjelaskan,” hasil pantauan dilapangan selama ini, Dalam pelaksanaan realisasi Dana Desa memang masih dibutuhkan perbaikan sistem, prosuder, dan pengawasanya agar dana tersebut dapat lebih memajukan desa, karena Dana Desa ditransfer langsung dari pusat menuju ke desa.

Tanggung jawab realisasinya ada pemerintahaan desa.Maka dari itu,masyarakat di desa juga harus ikut mengawasi dan mengontrol penggunaan dana itu,” ucapnya.

Dia juga menambahkan, semua kepala desa berinisatif mendorong keterlibatan masyarakat dalam menentukan pemanfaatan Dana Desa. Menurut Syafriudin, apapun pemanfaatan dana desa tersebut diperbolehkan yang produktif dan dapat memajukan perekonomian desa.

Sumardi Desa Sungai Radak Satu

“Yang paling pengawasan yang paling baik itu adalah masyarakat dan sebagai kontrol sosial secara dekat di lokasi desanya masing-masing,jika ada ditemukan kejanggalan yang menyimpang dari aturan,maka silahkan berkordinasi kepihak instansi terkait dan melaporkan kepihak berwajib yaitu pihak kepolisian,agar temuan penyimpangan yang berbau sarat KKN agar di tindak lanjuti secara hukum sebagai efek jera bagi kepala desa yang tidak jelas dalam penggunaan Alokasi Dana Desa ADD dan DD,” terangnya.

Seketaris Daerah LIBRA Indonesia DPD Kalbar, Rudy Huppe juga menyampaikan beberapa temuan terkait penggunaan ADD dan DD di beberapa desa selama monitoring dilapangan salah satunya di Desa Sungai Radak 1 Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya belum lama ini.

‘’Rudy mengungkapkan hasil investigasinya terkait ada temuan kejanggalan di desa sungai radak 1 pada Jumlah Anggaran Alat Tulis Kantor ( ATK) sebesar Rp 52 juta,yang mana ada terkesa Nepostisme dan tidak Transfaran yang dilakukan oleh Kades Sungai Radak 1 Sumardi,” ungkapnya.

Selain itu juga tambah Rudy Huppe,”Seperti pembuatan lapangan volly di desa sungai radak satu menelan biaya Rp.10 juta, itu juga tidak sesuai besarnya Anggaran yang ditentukan desa, pasalnya 50 persen dari anggaran itu lebih dari cukup kita pantau dilapangan pembuatan Lapangan Volly sederhana tersebut,” ungkap Rudy Huppe Seketaris LIBRA kepada Mitrapol.

Tegas Rudy,”saya meminta dengan terbitnya pemberitaan di Media Center Polri /MITRAPOL, Pemerintahan Pusat, Pemerintahan Propinsi dan Daerah, khususnya Instansi terkait dapat segera mengambil langkah dan tindakan tegas dan perhatian yang serius bila jelas, ada keterkaitan dan pembuktiaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan ADD dan DD, sebaiknya Kita beri efek jera secara hukum dan bukan hanya pengembalian semata saja kepada pemerintahan, karena konsekuensi kades yang melanggar dan menyimpang dari aturan dan Undang-Undang berlaku,dan kami juga akan selalu memantau lebih lanjut, jika terbukti kami sendiri yang akan melaporkan kades tersebut. Dan kami masih tetap mendalami hasil temuan kami dilapangan lebih lanjut nanti,” tegasnya.

Kepala Desa (Kades) Sungai Radak 1 Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, Sumardi, saat dikonfirmasi mitrapol melaui via telpon menjelaskan, Memang benar apa yang disampaikan narasumber terkait ada Anggaran penggunaan ADD dan DD, mulai dari peruntukan Alat Tulis Kantor (ATK) dan pembuatan Lapangan Volly di Desa Sugai Radak 1.

“Terkait soal ATK yang dimaksud, semua sudah ada rinciannya secara jelas, salah satunya untuk perjalanan dinas dan pembelian laktop untuk fasilitas di desa dan persoalan pembuatan Lapangan Volly semua kita sudah ada catatan pengeluaran secara jelas,” terang Sumardi saat di komfirmasi wartawan mitrapol. Jumat (15/11).

“Kalau kejelasan rincian penggunaan ADD dan DD yang dimaksud, saya harus sesuai Intruksi Presiden dan kordinasi Inspektorat terlebih dahulu, Kebetulan saya lagi sibuk sekarang, jadi saya mohon jangan diberitakan dan kasih saya waktu, saya tanggap dan memahami berkawan dengan rekan rekan media, karena banyak kawan banyak rejeki,” ucapnya dengan nada membujuk Sumardi memohon agar hal ini jangan diberitakan.

 

 

Reporter : Roy

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *