Distributor sabu dan ekstasi dituntut hukuman mati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Hasanuddin alias Hasan Bin Suharyanto, dituntut hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN), Senin (18/11), karena membawa dan mendistribusikan sabu seberat 40 kilogram dan ekstasi sebanyak 2.985 butir .

Pria berusia 29 tahun ini, tampak hanya menunduk dan sesekali matanya mengarah ke depan ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejatisu, Nur Ainun membacakan nota tuntutan dalam persidangan dipimpin hakim ketua Erintuah Damanik .

Jaksa menyebutkan, terdakwa bersama dengan terdakwa lainnya (sidang terpisah) dengan sengaja membawa dan mendistribusikan sabu dan ekstasi di kota Medan. Untuk itu, jaksa meminta agar majelis hakim menajatuhkan hukuman mati kepada terdakwa.

Menurut jaksa, terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam dakwaan disebutkan, Hasanuddin Alias Hasan ditangkap di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 27 Kelurahan Lubuk Pakam, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Terdakwa ditangkap bersama dengan Edward Alias War, Dian Haryza, Edy Bagus Setiawan, Bayu Anggara, Jimmy Sastra Wong, M. Razief Alias Ajib, Husaini dan Suhardi Nasution (dituntut di Pengadilan Lubuk Pakam).

Kasusnya bermula, September 2018, Hasanuddin bersedia menjadi pengatur penjualan narkoba, sesuai dengan yang diperintahkan oleh Toni Alias Mike (DPO) untuk mengatur penjualan sabu di sekitar Medan.

Selanjutnya terdakwa meminta terdakwa Suhardi Nasution untuk menerima penyerahan sabu-sabu sebanyak 40 kilogram, sedangkan kurirnya Toni alias Mike.

Terdakwa juga menerima pesan untuk mendistribusikan narkoba kepada nama-nama tertentu dan pesan itu diteruskan kepada Alfirmansyah (DPO) yang kemudian bekerjsama dengan M. Razief.

Lantas, narkoba diserahkan oleh Bayu Anggara, Minggu 16 September 2018 sekitar pukul 21.00 WIB di depan Lapas Klas IIB Lubuk Pakam, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 27 Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Kemudian untuk pendistribusian narkoba di Hotel Griya sebanyak 5 bungkus (5 Kg) dilakukan Al Firmasyah dan M Razief, 15 September 2018, penerimanya Jimmy di kamar 425 Hotel Griya Medan.

Nah, Jimmy pun tertangkap beserta barang buktinya, pada 19 September 2018 sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Gunung Krakatau, Medan, barang bukti sabu 5 kg.

Selanjutnya, petugas menangkap Husaini , 17 September 2018 sekitar pukul 19.40 WIB di Kafe Gabeng, Jalan Kasuari 88 Medan Sunggal berikut barang bukti sabu 2,3 kg.

Lebih lanjut, Hasanuddin, 17 September 2018 sekitar pukul 19.00 WIB, menghubungi Suhardi Nasution untuk menerima penyerahan narkotika sebanyak 30 paket, dan 1 paket ekstasi dari Toni alias Mike.

Setelah seluruh paket diterima oleh Suhardi, sabu tersebut disimpan di rumah kontrakan di Jalan Al Watoniah Sungai Dua Kel. Gading Kecamatan Datuk Bandar, Tanjung Balai.

Apesnya, sebelum sempat seluruh paket narkotika diedarkan, petugas BNN, 20 September 2018 sekitar pukul 01.30 WIB menggerebek rumah kontrakan Suhardi, ditemukan sabu 30.948 gram dan pil ekstasi berlogo “Trump” sebanyak 2.985 butir.

Terdakwa ditangkap setelah pengembangan pihak BNN dan tujuh bulan DPO, ditangkap Juli 2019 di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 27 Kelurahan Lubuk Pakam Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *