Ketum DPP LPRI prihatin generasi bangsa banyak terjerat narkotika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Ketum DPP LPRI Sarifuddin Tahir ST,SE MM mengungkapkan keprihatinannya terhadap generasi pemuda Indonesia yang telah terjerumus dan menjadi korban sebagai pemakai narkoba.

Permasalahan narkoba di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat urgent dan kompleks. Dalam kurung waktu satu dekade terakhir permasalahan ini menjadi marak. Terbukti dengan bertambahnya jumlah penyalah gunaan atau pecandu narkoba secara signifikan, ujarnya Senin, (18/11) di Jakarta.

Lanjutnya, hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba, mulai dari publik figure, bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki dikalangan yang tidak disangka sangka di negeri ini. Jumlah data korban yang disebabkan oleh Narkoba ini meningkat hingga dua kali lipat dari tahun tahun sebelumnya. Kekewatiran ini semakin dipertajam akibat maraknya peredaran gelap narkotika yang telah merebak di segala lapisan masyarakat, termasuk di kalangan generasi muda. Sampai di sekolah-sekolah dan pelajar.

Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan bangsa dan negara pada masa mendatang. Perilaku sebagian remaja yang secara nyata telah jauh mengabaikan nilai -nilai kaidah dan norma serta hukum yang berlaku di tengah kehidupan masyarakat menjadi salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Diketahui saat ini banyak sudah kepolisian dan BNN mengungkap hingga tertangkapnya pengguna sebagai korban dan pengedar sebagai penyebab rusaknya moral anak bangsa dalam kehidupan karna menyalagunakan nerkoba,”ujarnya.

Menanggapi fenomena ini pemerintah harus segera bertindak, karna Negara Indonesia ini sedang berada dalam keadaan darurat Narkoba,”tegasnya

Dalam ungkapannya Syarifuddin tahir yang biasa dipanggil bung Syarif ,”masalah narkoba ini disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,juga pengaruh globalisasi, arus transportasi yang sangat maju serta perkembangan teknologi yang sagat canggih sebagai dinamika sasaran peredaran gelap Narkoba. Kekhawatiran ini semakin di pertajam akibat maraknya peredaran gelap narkotika yang telah merebak di segala lapisan masyarakat, termasuk di kalangan generasi muda. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan bangsa dan negara pada masa mendatang

Syarifuddin menghwatirkan Perilaku sebagian remaja yang secara nyata telah jauh mengabaikan nilai-nilai kaidah dan norma serta hukum yang berlaku di tengah kehidupan masyarakat menjadi salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda. Dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat masih banyak dijumpai remaja yang masih melakukan penyalahgunaan Narkoba. Kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak juga menjadi salah satu penyebab penyalahgunaan narkoba. Salah pergaulan atau terjerumus ke dalam lingkungan yang kurang baik juga menyebabkan remaja menjadi masuk ke dalam lingkaran narkoba.

Untuk itu kami, DPP LPRI ingin bekerjasama dan membantu BNN dan kepolisian dalam mengungkap peredaran dan penguna narkoba di seluruh indonesia dan DPP LPRI juga siap melakukan penyuluhan tentang bahaya Narkoba dilapisan pelajar dan mahasiswa, ini adalah satu tugas mulia yang akan LPRI lakukan dalam waktu dekat ini.

Narkoba harus kita lawan, dan saya memohon kepada Bapak Pesiden harus berani bersama- sama BNN/kepolisian dan elemen pengiat anti narkoba berbicara bawah Indonesia darurat narkoba dan mengajak perang dengan narkoba.

Sangat disayangkan Jika dalam lingkungan masyarakat tidak terkontrol dengan baik ,seharusnya pemuda memiliki kegiatan organisasi yang baik, maka hal tersebut bisa mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba, ulasnya

Narkoba bisa menghancurkan masa depan generasi bangsa. Generasi muda yang semestinya menjadi calon-calon penerus bangsa akan hancur masa depannya jika masuk ke dalam jeratan narkoba. Jangankan menjadi masa depan bangsa, masa depan mereka sendiri pun akan rusak akibat dari narkoba. Hal ini dikarenakan narkoba akan menciptakan ketergantungan pada barang tersebut. Jika sudah ketergantungan dengan narkoba, maka untuk melepasnya akan sulit dan juga harus dilakukan rehabilitasi bagi sang pemakai tersebut. Generasi yang ketergantungan pada narkoba akan menjadi generasi yang tidak bisa lepas dari narkoba.

Yang paling utama semua penegak hukum mulai dari aparat keamanan yang harus di tes urin terlebih dahulu agar semua aparat penegak hukum bebas dan bersih dari narkoba.

Generasi muda semestinya memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Dimasa-masa inilah mereka bisa menemukan pemikiran-pemikiran baru, menemukan inovasi dan berprestasi, agar kedepan generasi muda yang sehat dapat membangun Idonesia yang diharapkan,” tutupnya.

 

 

Reporter : Desi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *