Rumput Laut jadi penopang perekonomin masyarakat Nunukan

  • Whatsapp
Komaruddin disamping jemuran Rumput Lautnya

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Memproduksi rumput laut membawa berkah sendiri bagai petani yang berada di Kabupaten Nunukan. Meski harga rumput laut di setiap daerah berbeda, namun harga rumput laut di Pulau Nunukan terus meningkat.

Salah satu petani sekalligus pengumpul rumput Laut adalah Komaruddin (55), Petani Rumput yang tak kenal lelah dan tak muda putus ini telah sukses mempekerjakan 40 orang tenaga kerja di kampungnya.

Kampung Mamolok, Mansapa, Lancang, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara menjadi terkenal sebagai daerah penghasil Rumput Laut.

Tidak heran ratusan hektar sawah jadi semak belukar tidak dikelolah masyarakat karena masyarakat berali profesi dari Petani sawah menjadi Petani Rumput Laut karena lebih muda mendapatkan uang ketimbang bertani sawah, ujar Komaruddin

Hasil rumput laut melimpah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara kata Bang Komaruddin Pengusaha Rumput Laut yang sudah berusia 55 tahun ini betah tinggal di Mamolo Nunukan Selatan karena Rumput Lautnya.

Komaruddin merasa bangga menjadi pengusaha rumput laut, karena harganya naik dari sejak januari 2017 harga rumput Rp 6500 dan Bulan Juni, naik lagi menjadi Rp 8500. Alhandulillah, memasuki Bulan Agustus, ada kenaikan lagi menjadi Rp 12.500 perkilo dan masuk bulan Sptember naik lagi menjadi Rp 13.500 sd 14.000, ujar bang Komar kepada Awak Media.

Dia mengaku bangga dengan pencapaian itu ucapan trimakasi kepada Pemerintah setempat atas perhatiannya dan turut campur dan berusaha menaikan harga Rumput laut dan sekarang prekonomian mulai meningkat.

Menurut Kamaruddin bahwa sampai saat ini ada sekitar 10 orang pekerja di Laut yang mengurusi pemasangan bibit, sekaligus memanen pada saat umur 45 hari.

Karyawan pekerja di Darat 30 orang, untuk mengikat bibit dan setiap ikat tali di beri upah sebesar RP 8000 pertali. Terkadang satu orang tiap harinya bisa mendapatkan 15 Tali. Pekerja bisa mendapatkan upa perharinya menjadi Rp 120.000 /hari.

Sementara hasil Rumput Laut dipasarkan ke wilayah ke Makassar dan Surabaya, melalui jasa pengiriman melalui Pelabuhan Nunukan dengan mengunakan Kapal Pelni dan Kapal Swasta ke Makassar sementara ke Surabaya mengunakan Kontainer melalui Kapal Spil.

 

 

Reporter : Yusuf Mitrapol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *