Berperan jadi kurir sabu, Safrizal dituntut hukuman mati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Berperan sebagai kurir sabu sebanyak 134 Kg,  Safrizal alias Jal bin Nurdin (25), dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun yang bersidang di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (20/11)

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Syafril Batubara, terdakwa terlihat serius mendengar butir-butir nota tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut. Tatapan  matanya ke depan dan sesekali matanya milirik ke arah sejumlah wartawan yang meliput dan mengambil foto .

Menurut jaksa, terdakwa terlibat atas  pengiriman sabu pertama 60 kg sabu. Kemudian pengriman selanjutnya dilakukan  Syakirin Alias Bule dan Ane (sidang terpisah) . Dengan adanya kerjasama anggota sindikat ini maka total sabu disalurkan sebanyak  134 kg.

Berdasar tindak pidana itu, papar JPU Nur Ainun, terdakwa telah  melanggar  Pasal 114 Ayat (2)  UU Nomor 35 Tahun  2009 tentang  Narkotika.

“Perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah tentang pemberantasan narkotika. Untuk itu, dimohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana mati kepada terdakwa,” urai Jaksa.

Sesuai dakwaan, Safrizal alias Jal sudah lama dijadikan target operasi oleh Mabes Polri, bekerjasama dengan jajaran Poldasu, karena menjadi anggota sindikat narkotika Internasional.

Terdakwa berhasil dibekuk dari kediamannya  Dusun Mansur, Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur tanggal 4 Februari 2019. Terdakwa sebelumnya berhubungan langsung dengan Bang Pon (DPO) di Kota Penang, Malaysia.

Semula   terdakwa dihubungi oleh Bang Pon dan memberikan nomor handphone orang yang akan menerima sabu di Medan. Bulan Agustus 2017 Bang Pon kembali menghubungi terdakwa yang sedang berada di Malaysia.

Bang Pon menyuruh Terdakwa kembali menghubungi Ane, sesudahnya terdakwa mengetahui jika sabu sudah sampai pada Ane.
Seminggu kemudian terdakwa dihubungi oleh Syakirin menanyakan barang dikirim kepada siapa. Lalu  terdakwa menyuruh agar menghubungi Bang Pon.

Atas perintah Bang Pon pula,  Syakirin menghubungi Abdul Kawi. Lalu Abdul Kawi menghubungi terdakwa memberitahukan ada barang 126 kilo.  Kawi bertanya tujuan pengirima, lalu terdakwa menjawab,“mungkin ke tempat biasa.”

Lantas, Bang Pon kembali mengirimkan nomor penerima sabu sebanyak 126 kilo kepada terdakwa. Sedangkan  terdakwa mengirimkan nomor penerima sabu itu kepada Syakirin dan Abdul Kawi. Kemudian Abdul Kawi juga menghubungi terdakwa dan melaporkan,  barang sudah sampai ketujuan.

Kawi juga meminta kepada terdakwa agar menyampaikan tentang ongkos dan  upah.  Terdakwa menyampaikan pesan itu  kepada Bang Pon. Kemudian terdakwa mendapat berita, Abdul Kawi ditangkap. Terdakwa pun mencoba menelpon Bang Pon, namun nomornya tidak lagi aktif, papar jaksa.

Selanjutnya Agustus 2017  di Hotel Green Alam Indah Kamar VIP Jl Jamin Ginting, Medan Selayang dan di Showroom Mobil UD.Keluarga Jl.Platina VII B No.17 Kelurahan Titi Papan, Medan, petugas dari Mabes Polri telah melakukan penangkapan terhadap Syafruddin als Din.

Bersamaan  ditemukan sabu yang telah diterima oleh Syarifuddin bersama dengan Azmi (DPO). Kemudian berhasil disita dari mobil mobil HRV berisi sabu seberat 32.000 gram, kemudian di mobil CRV sabu seberat 59.000 gram, sedangkan dalam mobil Nissan disita  sabu 43.300 gram.

Selanjutnya,  Bareskrim Polri menerima informasi, terdakwa Safrizal yang merupakan DPO sedang berada di Aceh. Pada  4 Februari 2019 sekitar pukul 22.00 Wib petugas  berhasil menangkap terdakwa Safrizal di Dusun Mansur, Desa Tanoh Anou Kec. Idi Rayeuk, Aceh Timur.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *