Semarak perayaan 63 tahun Kabupaten Aceh Timur, Warga tanam Pisang diatas jalan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Timur -Masyarakat Desa Blang Nisam Kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur sejak empat hari yang lalu menanam pohon Pisang di atas ruas jalan lintas utama Alue Ie Mirah kecamatan Indra Makmur – Kuta Binjei Kecamatan Julok sebagai bentuk protes dan kekesalan warga atas beberapa aktivitas perusahaan yang telah menyebabkan jalan tersebut rusak parah.

Ketua Pemuda Blang Nisam, Ridwan mengatakan, kami sangat kecewa terhadap aktivitas pengangkutan kenderaan beberapa perusahan seperti PTPN 1 dan PTPN 3 dan PT.Tualang Raya hampir saban hari dan waktu lalu lalang mengangkut buah sawit serta angkutan batu galian C di luar kapasitas jalan dengan menggunakan Interkuler dengan beban puluhan Ton, ujarnya Kamis (21/11).

Lanjutnya, kami masyarakat tidak ada lagi kenyamanan hidup di tanah kelahiran sendiri, ucap Ridwan dengan nada kesal.

Ia menambahkan jika pun pemerintah membangun jalan ini tidak akan bertahan lama, dalam jangka setahun sudah hancur, kami masyarakat kecil harus melintasi jalan rusak dan berlumpur jika musim hujan, bila musim kemarau kami harus menghirup kepulan debu setiap kenderaan angkutan saat melintas jalan ini, kecuali pemerintah menertibkan para pengguna jalan ini, paparnya.

Sambungnya, mereka hanya memikirkan keuntungan pribadi dan Perusahaan, sedang nasib dan tuntutan masyarakat tak pernah digubris, meraka tidak mau tau, buktinya meraka tak mau membangun kembali jalan yang di rusak oleh mereka, cetus Ridwan

Aktivis dan Pengiat Sosial Darwin Eng, turut angkat bicara terkait kondisi jalan di Desa Blang Nisam serta desa lainnya yang rusak akibat angkutan kendaraan perusahaan.

Pemerintah Aceh Timur terkesan tutup mata terhadap kondisi masyarakat di Indra Makmur, meskipun berteriak sampai habis suara, tapi tak ada kepedulian terhadap masyarakat, Aceh Timur sepertiny tidak ada pemimpin dan wakil rakyat lagi, ujarnya.

Indra Makmur dengan hasil Kekayaan Alam yang berlimpah, Minyak, Gas, Kelapa sawit dan Karet, tapi rakyat yang harus menanggung penderitaan, melintasi jalan rusak dan berkubang saat musim hujan dan berdebu saat musim kemarau, mencium bau limbah perusahaan dan lain lain, ujar darwin

Sambungnya lagi, sedangkan perhatian dan kepedulian mereka jauh panggang dari api, kecamatan Indra Makmu itu daerah penghasil, jangan seolah kami di sini bukan bagian dari masyarakat Aceh Timur, ucap Darwin

di mata dan telinga kalian para pemerintah saat ini, kenapa kalian tidak mau melihat hal seperti ini. Padahal kemarin baru saja Bupati ke Indra Makmu tapi seolah olah Bupati tutup mata dengsn kondisi Jalan di Indra Makmu, beber Darwin

Saya sangat menyayangkan Bupati Aceh Timur hanya bisa melihat aset Indra Makmu seperti PTPN, Cruiser Batu dan Medco bahkan sepengetahuan saya Bupati juga punya lahan yang di tanami Serai di daerah Indra Makmu, apa Bupati tidak mau melihat atau tidak menganggap kami sebagai bagian dari rakyat Aceh Timur, tanya Darwin kepada Sejumlah awak media.

 

 

Reporter : TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *