Menhan: Tingkatkan kewaspadaan,  gerakan Komunisme di Indonesia diduga masih eksis

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Acara bedah buku dan diskusi dengan judul “PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/1965” buku ini mengangkat sejarah kelam bangsa Indonesia terhadap aksi kudeta yang dilakukan Partai Komunis Indonesai (PKI) pada tahun 1965. Acara yang di gelar di Gedung Dwiwarna Purwa Lemhannas RI, Jalan Kebon Sirih No.26-28, Jakarta Pusat ini diselenggarakan oleh Gerakan Bela Negara dan Yayasan Masyarakat Peduli Sejarah.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya adalah Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto yang diwakilkan Letjen TNI Tri Ligono Sukmo, Jendral TNI(Purn) Agustadi Sasongko, Mayjen TNI (Purn) Budi Sujana, Marsda TNI (Purn) Amirullah Amin, Dr. (H.C) Ir. KH. Salahuddin Wahid, Taufik Ismail, Prof. Salim Said, KH. As’ad Ali, Fadli Zon, Emha Ainun Najib, Adi Masardi, dan Khoirul Umar.

Pada acara tersebut Rektor Unhan Letjen TNI Tri Ligono Sukmo membacakan sambutan dari Prabowo. Dia mengatakan, bahwa acara bedah buku merupakan cara efektif untuk menyampaikan pemikiran penulis. Prabowo, kata Tri, menyebut komunisme telah mencatat lembaran hitam dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Bagi bangsa Indonesia komunisme telah mencatat lembaran hitam dalam perjalanan sejarah bangsa indonesia,” kata Tri membacakan sambutan Prabowo pada acara bedah buku dan diskusi yang diadakan di Gedung Dwiwarna Purwa Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11).

Gerakan komunisme di Indonesia disebut telah beberapa kali mencoba merobohkan kekuasan negara yang sah. Satu di antaranya melalui Gerakan 30 September 1965. Kelompok komunis berupaya menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan mencoba merubah dasar negara.

“Gerakan ini dipimpin oleh DN Aidit. Setelah peristiwa G30S/1965 tersebut memaksa rakyat untuk mendesak dibubarkannya PKI dan telah disahkan melalui TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/ 1966,” jelas Tri melanjutkan

Setelah runtuhnya negara Uni Soviet dan berakhirnya era perang dingin, bukan berarti ideologi komunisme turut runtuh. Kata Tri, beberapa negara yang menganut ideologi komunis hingga kini masih tetap eksis, misalnya saja Republik Rakyat China (RRC), Kuba, dan lain sebagainya.

“Dengan demikian ideologi komunis dan gerakan komunisme di Indonesia patut diduga masih tetap eksis. Untuk itu kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten komunis,” pungkas Tri membacakan.

Pada kesempatan itu juga mantan menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dalam paparannya mengatakan Segenap negara memiliki konsep Ideologi masing-masing sebagai simbol pemersatu khas untuk negaranya sendiri.

“Berbasis nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai kejuangan 45 adalah sumber kekuatan bangsa,“ ujar Rymizard Ryacudu

Tambahnya, mengganti Ideologi pancasila berarti pengkhianat terhadap bangsa ini, pengkhianat terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia dan pengkhianat terhadap negara ini, pengkhianat terhadap kita semua, serta pengkhianat terhadap mereka,“ ungkap Rymizard Ryacudu

  1. “Pancasila terbukti ampuh didalam mengatasi pemberontakan DI/TII, dan G30S/PKI,” tutup Rymizard Ryacudu

 

 

Reporter : BS

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *