Anggota DPRD Nunukan didampingi Anggota Dewan DPRD Kabupaten Nunukan gelar reses

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Anggota DPRD Provinsi Nunukan dari partai PKS, Adama melakukan reses di Caffe Becce Pasar Baru Nunukan Timur Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Sabtu (23/11).

Agenda Reses ini melakukan Komunikasi dengan masyarakat utamanya daerah Pasar Baru yang terkenal sejak kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai pasar Rombengan

“Malam ini hadir kurang lebih 400 orang pendukung saya, dan dalam reses ini sejumlah masyarakat menyampaikan Keluhan masalah jalan sepanjang bentara Sungai Bolong tempat bongkar muat barang dari Malaysia,” ujar Adama.

lanjut Adama, warga juga menyakan masalah Elpiji tong Gas 3 kilo yang sering terjadi kelangkaan? menurut Adama bahwa kelangkaan Tong Gas 3 sudah kami sampaikan kepada pemerintah agar ditingkatkan pengawasan agar tidak terjadi kelangkaan, kita juga sudah mengusulkan ke pemerintah agar kaota Elpiji ditambah.

Menurut Adama Insya Allah apa yang disampaikan oleh masyarakat bisa kita perjuangkan. Soal pembangunan jalan di kampung baru semua akan diperjuangkan walaupun masyarakat sudah mengusulkan tetapi peran anggota Dewan untuk memperjuangkannya.

Adama mengatakan, seluruh warga Pasar Baru harus kompak, kami dari anggota Dewan PKS siap memperjuangkan.

Andi Krislina, anggota DPRD Kabupaten Nunukan, keluhan warga terkait masalah PLN karena sejumlah mesin mengalami kerusakan dan PLN siap menindaklanjuti apalagi PLN sudah mendatangkan Mesin baru kebetulan saya dikomisi satu bidang masalah kelistrikan.

Menurut Ina Inggriani soal Tabung Gas 3 kilo itu diperuntukan bagi orang miskin tetapi hampir semua pedagang Restoran, dan Warung-warung mengunakannya, itu namanya salah peruntukan, padahal sudah jelas gas 3 Kg itu diperuntukan bagi orang miskin.

Saya melihat terjadinya kelangkaan Elpiji tong gas 3 kilo itu disebabkan karena kurangnya pengawasan dari Intansi terkait.

Olehnya itu, anggota Dewan telah menyampaikan kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan pendataan ulang warga yang menerimah Tong gas 3 kilo, yang mana selama ini dinikmati oleh orang yang tidak berhak pada hal diperuntukan bagi orang miskin.

Dalam kesempatan ini, Hamida dan Rusdi warga Pasar Baru menyampaikan keluhannya dihadapan anggota Dewan mengenai masalah rombengan yang ditangkap oleh petugas aparat keamanan.

Kami Warga Pasar Baru Nunukan Timur Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara sangat menyesalkan tindak aparat yang main tangkap Rombengan, kami sangat mengeluh, usaha kami dihadang aturan, ungkap masyarakat.

Andre Pratama Anggota Dewan dari Partai Bulan Bintang (PBB) menjelaskan, persoalan Rombengan (Roma) alias Cakar asal Malaysia tidak saja di jual di Nunukan tapi hampir semua kabupaten kota, jangankan di kabupaten kota di ibukota Negara saja di jual.

Lihat di Daerah Senen Jakarta Pusat, yang letaknya tidak jauh dari Istana ada juga Pasar Rombengan, kenapa tidak diberantas, juga di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan, semua ada pasar Rombengan, sementara yang berbelanja disitu tidak orang miskin tapi juga pegawai dari Kementerian.

Rombengan yang di jual di Nunukan berasal dari Malaysia dan pedagang Malaysia kirim lagi ke Nunukan Tapi ditangkap lagi oleh Petugas. Dan kalau ditangkap, sama saja menyengsarakan masyarakat dan boleh Rombengan itu bisa di jual di Nunukan bukan untuk dibawa keluar Nunukan .

Seharusnya ada kebijakan dari Pemerintah bersama Bea dan Cukai agar masyarakat Nunukan dibolehkan jualan Rombengan alias Cakar, daerah Pasar Baru ini sudah sangat terkenal sebagai Pasar Rombengan.

Kurang lebih 60 orang penjual Rombengan yang ada di Pasar Baru ini, kalau ditangkap bagaimana mereka bisa hidup apalagi dengan kondisi ekonomi Nunukan yang semakin anjlok, pemerintah selalu beralasan anggaran Defesit dan sangat terbatas.

 

 

Reporter : Yusuf. P

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *