Salurkan benih padi tak bersetifikat, Manager PT SHS tersandung korupsi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Mantan Manager PT. Sang Hyang Seri (Persero) Deli Serdang, M.Rusdi Nasution  (54) dan SyafriadI selaku Asisten Manager didakwa perkara korupsi, karena menyalurkan benih padi inbrida bersubsidi yang tidak bersertifikat , sehingga negara dirugikan Rp. 1.829.371.404.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (21/11) beragendakan pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum  (JPU)  Lusiana Siregar dan  Ardi Hasibuan dari Kejari Serdang Bedagei.

Menurut Jaksa, kedua terdakwa telah melakukan, secara melawan hukum menyalurkan benih padi inbrida bersubsidi yang tidak bersertifikat, tidak terdaftar dan tidak sesuai peruntukannya.

“Kedua terdakwa sengaja menyalurkan benih padi yang tidak terdaftar dan tidak sesuai dengan peruntukannya,,” ungkap jaksa dalam persidangan dipimpin hakim ketua Ahmad Sayuti Harahap.

Disebutkan, benih padi yang disalurkan  merupakan bantuan  Pemerintah Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Subsidi Benih Tahun Anggaran 2016 dengan sumber dari APBN  sebesar Rp. 3.882.485.134,50.

Kacaunya, dalam peksanaannya, terdakwa  menyalurkan benih padi inbrida yang tidak terdaftar dan tidak sesuai peruntukkannya di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Benih padi yang disalurkan berasal dari Kantor Produksi Kebun Sukamandi (KPKS) PT. Sang Hyang Seri (Persero), Penangkar dan Pihak Ketiga (Vendor), papar jaksa

Perbuatan terdakwa, tambah jaksa,  bertentangan dengan Keputusan Dirjen Tanaman Pangan Nomor 16/ KPA/ SK.310/ C/ 2/ 2016 tanggal 09 Februari 2016 tentang Petunjuk Teknis Subsidi Benih TA. 2016.

Sedangkan, PT. Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Cabang Deli Serdang.Jalan Raya Medan – Lubuk Pakam KM. 21 Tanjung Moraw, selaku Pihak kedua wajib bertanggung jawab  atas benih bersubdsidi yang dijual dan disalurkan kepada petani, dan kelompok tani .

Kemudian perusahaan tempat terdakwa bekerja juga  bertanggung jawab atas keabsahan seluruh dokumen yang diajukan kepada pihak pertama. Berdasarkan laporan auditor independen, Kantor Akuntan Publik (K.A.P) Tarmizi Achmad ditemukan kerugian negara Rp 1.829.371.404.

Kedua terdakwa diancam Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Jo. Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU Nomor : 31 Tahun 1999 jo UU Nomor : 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Usai sidang, Jaksa Lusiana Siregar dan Ardi Hasibuan mengatakan kepada wartawan, kedua terdakwa membuat sendiri  sampel dan bungkus benih padi, ” Terdakwa sengaja membuat sendiri dan menyalurkan kepada petani, sehingga negara dirugikan 1,8 miliar rupiah, ” pungkasnya.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *