Kasus ITE di Ditreskrimsus Polda Sulsel berjalan di tempat, ada apa?

by -96 views

MITRAPOL.com, Gowa — Terkait masalah laporan salah satu Warga dengan tuduhan tindakan kasus Asusila namun tidak cukup bukti, yang dilakukan oleh pelapor atas nama Abu diduga berjalan ditempat di Mapolda Sulsel unit Ditreskrimsus Siber Polda Sulsel

Hal ini membuktikan lemahnya penyidikan terhadap pelapor yang sudah terang terangan dirinya pada tempat yang dituduhkan sangat lah fatal dan salah

Dimana adanya salahsatu warga Kanreapia DA yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib karena lantaran melakukan siaran langsung melalui Facebook yang diunggah pada tanggal 4 Agustus 2019 lalu,

Yang didalam video tersebut berdurasi 02 menit 31 detik dengan cara menyiarkan langsung di FB disalah satu rumah Kadus setempat di Desa kanreapia, kec. Tombolo Pao. Kabupaten. Gowa.waktu itu

DA diduga telah melakukan pelanggaran pencemaran nama baik sesuai dengan Undang undang ITE dengan cara menyebarluaskan video tersebut dengan konten didalam isinya menyebutkan bahwa Inisial (Ab) tidak bisa lagi tinggal di Desa Kanreapia, atau di usir dari Kampung Desa Kanreapia,namun ironisnya AB diusir tanpa disertai dengan alasan nya apa.?

Hasil penelusuran team Media Mitrapol.com bahwa saat ini pihak Ditreskrimsus Polda Sulsel sudah melakukan pemanggilan dengan Dua orang saksi diantaranya Asis dengan H. Asdar mantan Kepala Desa Kanreapia sekaligus mantan Ketua adat kanreapia

Seperti halnya berita-berita sebelumnya mengenai alasan penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel, kalau kasus ini lambat karena saat ini menunggu hasil interogasi dari ahli bahasa di Bandung.

Kasubdit V unit Siber Ditreskrimsus Polda Sulsel. AKP. Salim datang saat dikonfirmasi mengatakan bahwa timya sementara masih menunggu hasilnya.

“Kami masih menunggu hasil dan keterangan ahli ITE di Surabaya dan ahli Bahasa di Bandung, setelah itu kami buatkan Laporan Hasil Penyelidikan dan Bahan Gelar Perkara selanjutnya menunggu perintah dari Dirreskrimsus untuk di lakukan Gelar perkara,” tulisnya melalui Whatsapp beberapa hari lalu.

Alasan ini juga dinilai banyak pihak keliru, kenapa bahasa dalam video tersebut di kaji oleh ahli bahasa di luar Makassar, bukankah bahasa yang di gunakan dalam video yang di sebar tersebut berbahasa daerah yakni bahasa Makassar.

Semoga ini bukan saja menjadi alasan, karena harapan semua pihak kasus ini segera di usut tuntas dan segera selesai

Mendengar komentar tersebut Jamal anak dari Abu dan dirinya menyayangkan dan mengharap supaya jangan lah dibuat kami seakan akan penuh tanda tanya.

Kami dari pihak keluarga besar Dg Abu pun berharap agar Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel segera menindak lanjunjuti kasus ini agar jelas dan selesai, tuturnya Rabu (27/11/2019) dengan penuh pengharapan.

 

 

Team

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *