Korban Penipuan Umroh dan Haji PT SBL bakal lapor Polisi lagi

by -1,483 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Korban penipuan perusahaan Travel Haji dan Umrah PT. Solusi Balad Lumampah (SBL), berencana menguak kembali kasus tersebut pasca vonis yang dijatuhkan pengadilan PN Bandung. Mereka akan melaporkan Direktur Utama PT. SBL Aom Juang Wibowo Sastra Ningrat, ke Bareskrim Polri.

Aom sebelumnya di vonis dua tahun dan denda Rp 100 juta oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, pada 18 Oktober 2018 lalu.

Aom terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan penipuan serta pencucian uang, sebagaimana tertuang dalam dakwaan alternatif pertama Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Aom juga diwajibkan menjual barang bukti 88 item asetnya yang bergerak maupun tidak, dan hasilnya dikembalikan ke 2.501 jemaahnya. (Hasil PN Bandung)

“Saat ini kami berjalan tanpa Lawyer, kami tidak punya uang lagi untuk harus membayar Lawyer, untuk makan sehari-hari saja kami dan jamaah lainnya sangat susah. Maka kami ingin melaporkan lagi ke Bareskrim dengan kasus penipuan baru “Penambahan 5 Juta/Jamah“ ujar salah satu korban, Murni Armal, Selasa (26/11).

Murni Armal dan sejumlah korban merasa hukuman Aom terlalu ringan. Mengingat jumlah korban dan kerugian yang diakibatkan tindakannya, cukup besar.

Sesuai data feripikasi yang jamaah laporkan di PKPU Total Kerugian jamaah yang masih tersisa yang belum di berangkatkan masih terdata 15.471 jemaah yang diduga menjadi korban PT. SBL.

“Bahwa travel SBL saat ini sesuai data pengurus PKPU Kerugian jamaah mencapai 15.471 jamaah, dengan kerugian senilai Rp 442.814.942.448,-

Dengan kerugian yang cukup pantastik owner SBL ini hanya dijatuhi hukuman dua tahun merupakan pertanyaan besar di kalangan Jamaah. Putusan yang tidak berimbang dengan kerugian jamaah yang begitu sangat besar.

Sementara di kasus First Travel dan Abu Tour mereka bisa dikenakan sampai 20 Tahun penjara dan Istri dari owner SBL ini Vella yang berposisi saat itu sebagai komisaris utama SBL bisa lolos dari jeratan hukuman, dan kasus SBL ini yang dikenakan kasus pencucian uang, tapi ternyata lolos semuanya. Aom saat ini sudah menikmati udara bebas karena cuma memdekam di penjara 2 tahun saja.

Murni Armal dan korban lainnya turut mempersoalkan penambahan Rp 5 juta untuk keberangkatan jamaah dari pihak Aom, uang itu disebutkan untuk dipakai memberangkatkan sejumlah jemaah ke tanah suci. Namun kenyatanya masih ada kisaran 2500 jamaah yang sudah menyerahkan penambahan 5 juta lagi yang masih belum diberangkatkan hingga saat ini. Penambahan 5 juta ini dari pihak Aom mereka keluarkan surat secara resmi Bahkan sebelum diputus vonis 2 tahun penjara.

Dan akhirnya karena dijanjikan akan di berangkatkan lagi maka jamaah melakukan penambahan Lagi Rp 5 juta dan di transferkan ke rekening yang di tunjuk PT. Bintang, dimana PT ini adalah milik dari pada pengacara saudara Aom yang beinisial AB serta rek atas nama Lili Sopati.

Dikatakan, siapa yang cepat transfer maka akan masuk dalam kloter pertama dan yang kedua serta prioritas bagi usia lansia, maka jamaah atau nasabah berbondong bondong untuk mentransferkan sejumlah nilai yang disepakati. Ribuan jemaah akhirnya yang mentransferkan ke rekening tersebut, berharap dapat diberangkatkan ke tanah suci Mekkah namun kenyataannya tidak sampai sekarang. Ini merupaka kasus baru yang tidak terpublist di media, pemerintah dan masyarakat.

Padahal sebelum putusan perwakilan jamaah di antaranya para Agent termasuk Agent Ibu Wardiningsih, pak Aswin sudah mendatangi kementrian Agama untuk melaporkan bahwa ada gerakan pentransferan besar besaran jamaah 5 juta / jamaah agar di tolong di berikan pengawasan penuh terhadap PT. SBL dan kenyataannya masih ribuan jamaah yang terlantar

Murni Armal dan ribuan korban merasa kecewa, upaya mereka saat ini untuk melakukan pelaporan lagi kerena hasil homologasi PKPU akan ada investor untuk memberangkatkan sesuai kesepakatan di PN Niaga Jl. Bungur Raya bahwa investor yang mentake over SBL akan menberangkatkan mulai Bulan Oktober 500 jamaah dan setiap bulan berikutnnya 500 jamaah ternyata hanya janji-janji.

Sementara Hasil keputusan PN Bandung bahwa aset kembali ke Jamaah semuanya juga omong kosong karena sampai saat ini aset tersebut tidak kembali ke jamaah tapi justru dihabiskan di jual sama Aom dan Vella tanpa tersisa
Kecuali aset gedung Dewi Sartika dan 1 Ruko di Duren 3 Jakarta yang sudah di jaminkan Aom ke BRI dengan utang 50 M

Jadi saat ini Murni Armal dan Jamaah SBL lainnya mau mengetuk hati para penegak hukum utamanya bapak Kapolri Bapak Idham untuk bisa membantu para jamaah yang terzolimi ini dengan bisa memfasiltasi kemudahan pelaporan di Bareskrim Mabes Polri untuk mencari keadilan dan utamanya juga kepada Kementerian Agama untuk bisa melihat kembali kasus ini yang memang tidak terblow up di media agar betul-betul menseriusi travel-travel yang nakal.

“Dengan kondisi Saat ini Akhirnya kami dan seluruh jamaah hanya ingin mencari keadilan. Karena kalau aset kami sudah dapat data ternyata semuanya sudah habis tergadai dan terjual, jamaah sudah merasa kecewa tidak ada yang bisa berharap lagi Kenapa?” ujar Murni Amal

“Sampai saya sendiri sudah mengikuti beberapa kali meeting dengan investor yang katanya bakal men-takeover (ambil alih), ternyata itu sampai saat janji tidak ada realisasinya, bahkan saat ini investor dalam hal ini PT MKA sudah disomasi 3 kali oleh pengurus PKPU dan sadah dalam proses persidangan di Pengadilan Niaga kerena tidak melaksanakan kesepakatan homologasi yang sudah disepakati, makanya saya dan seluruh jamaah SBL melihat kondisi seperti ini sangat bingung, siapa lagi yang akan menolong jamaah yang berkali kali terzolimi …..?,” tandas Murni Armal dengan muka raut kebingungan

 

 

Reporter : BS

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *