HUT ke -74 PGRI dan Hari Guru Nasional diperingati di Stadion Sei Bilal Nunukan Kaltara

by -269 views
Peserta upacara peringatan HUT PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional di Stadion Sei Bilal Nunukan

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan H. Junaidi SH, mengapresiasi pelaksanaan Hari Ulang Tahu PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional yang dilaksanakan stadion diikuti ribuab siswa baik tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMU begitu juga Guru mulai dari Guru Paud Guru TK, Guru SD, Guru SMP dan Guru SMA se-kota Nunukan Kalimantan Utara. Rabu (27/11).

Sambutan Bupati yang disampaikan oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Nunukan H. Asmar SE mengatakan, kita mengenang kembali semangat dan niat mulia para guru diseluruh tanah air, tanggal 25 November 1945 Puluhan organisasi guru yang berbeda paham dan golongan, sepakat untuk melebur menjadi satu sehingga lahirlah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

 

Dengan dijiwai semangat proklamasi kemerdekaan republik indonesia, PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan, memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, serta berkhidmat memajukan pendidikan nasional.

Terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang telah menghargai perjuangan para guru, pendidik formal/non formal, dan tenaga kependidikan dengan menetapkan tanggal 25 november sebagai hari guru nasional.

Setelah 74 tahun indonesia merdeka jati diri PGRI sebagi organisasi profesi yang independen, unitaristik, dan non partisan senantiasa dijaga, dan melekat didada pengurus, pejuang, aktivis dan para guru.

Sebagai rumah besar perjuanagn guru, pendidik, dan tenaga kependidikan, PGRI terus bergerak, mengabdi dan memperbarui diri agar senantiasa adaptif dan responsif terhadap perubahan.

Betapa pentingnya peran guru dalam meningkatkan mutu pendidikan dan Sejatinya mutu pendidikan terjadi diruang kelas, dalam interaksi yang positif dan dialogis dengan semangat penghargaan kepada keunikan siswa.

Karena itu sejalan dengan visi bapak Presiden “ SDM Maju Indonesia Unggul” kami memaknainya sebagai pentingnya pendidikan dalam memajukan bangsa sehingga menjadi prioritas utama dalam periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo dan K.H Makruf’ Amin, meletakkan pentingnya pendidikan dan konstelasi pembangunan bangsa berarti menghargai keutamaan guru.

H. Asmar SE, Asisten III Pemkab Nunukan Inspektur Upacara HUT PGRI KE-74 dan Hari Guru Nasional

Hal yang menjadi tema hut Ke-74 PGRI yaitu “ Peran Strategi Guru Dalam Mewujudkan Indonesia Unggul”. Tema ini secara substansi padu padan dengan tema hari guru nasional dari Kemendikbud yaitu “Guru Penggerak Indonesi Maju”. Gurulah sebagai episentrum perubahan tersebut.

Untuk itu, sudah seharusnya perhatian terhadap guru sudah menjadi sangat penting mulai dari pemenuhan kebutuhan guru, profesionalisme, kesejahteraa, pelatihan hingga perlindungannya.

PGRI sangat berkomitmen terhadap pentingnya literasi utamanya literasi disgital bagi guru, siswa dan orang tua.

Mari kita bangun kesadaran bersama bahwa ruang kelas bukan lagi satu satunya ruang untuk belajar, dan guru bukan lagi satu satunya sumber informasi dan ilmu pengetahuan.

Pergeseran peran guru di era digital sebagai fasilitator pembelajaran yang menarik, menantang rasa ingin tahu siswa sehingga terdorong untuk menjadi pembelajaran manddri sepanjang hayat inilah yang harus terus menerus ditanamkan dan menjadi kesadaran bagi guru dalam menjalankan tugas utamnya sebagi pendidik dan pengajar.

Betapa majunya teknogi dengan segala turunannya, sejatinya guru tidak pernah digantikan oleh teknologi hal ini mengandung makna bahwa guru berprofesional dan berintegrasi akan terus menjadi isu global dan menjadi perhatian dunia tak terkecuali Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan H. Junaidi SH. bersama H. Asmar SE, usai melaksanakan upacara peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional

Guru yang mencintai pekerjaanya, mengabdikan dirinya bagi kemajuan peserta didik, memperbiki kualitas diri dan berinovasi guna memperoleh praktek terbaik dalam melaksanakan tugasnya, mejadikan ilmunya sebagi penerangan hati dan kemanusia, sadar sepenuhnya bahwa perilaku dirinya dijadikan contoh bagi siswanya.

Guru harus memperlakukan peserta didik tanpa membedakan latar belakang apapun dan menjadikan ruang kelas sebagi rumah perubahan, menjaga toleransi bata perbedaan siswa, merawat kasih sayang bagi pertumbuhan pribadi positif peserta didik, dan tak mudah mengeluh, adalah sosok guru yang tidak pernah lapuk oleh zaman dan teknologi.

Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru, pendidik, tenaga kependidikan, tenaga admintrasi dan utamanya guru honorer yang selama ini tidak dikenal telah mengisi kekosongan guru dengan mengajar sepenuh hati.

Tanpa dedikasi mereka, dapat dibayangkan bagiamana proses pembelajaran berlangsung bila guru tidak ada Adalah nyaman bagi semua anggotnya PGRI adalah mitra strategi pemerintah dan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan, dan menyelesiakan berbagi persoalan pendidikan dengan arif dan bijaksana agar tercapi sinergi yang optimal untuk mencapai pendidikan nasional bemutu untuk indonesia unggul .

Ahkirnya saya mengucapkan hari guru nasional 2019 dan hut ke-74 PGRI kepada para guru diseluh tanah air, oleh pengurus besar PGRI Prof.DR.Unifah Rosyidi.M.Pd yang di sampaikan oleh H. Asmar. SE, Asisten Administrasi dan Keuangan pemerintah daerah Kabupaten Nunukan.

 

 

Reporter : Yuspal Mitrapol

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *