Diduga salah tangkap, Salman alami pecah alat vitalnya

by -437 views
Salman (21) Korban dugaan salah tangkap

MITRAPOL.com, Makassar — Salman (21) seorang pemuda warga Area Pasar Kalimbu diduga telah menjadi korban salah tangkap yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota kepolisian di wilayah Makassar, Salman disangkakan sebagai pelaku pembusuran dan pencurian Ponsel beberapa waktu lalu.

Korban dugaan salah tangkap diduga mengalami kekerasan dan penganiayaan yang mengakibatkan korba mengalami pendarahan dibagian alat Vitalnya.

Mengetahui hal tersebut, beberapa awak media mengunjungi kediaman korban di Area Pasar Kalimbu dan melihat langsung kondisi korban yang begitu lemah, Jumat (29/11).

Saat ditemui, Asma orang tua korban mengatakan, kejadiannya pada hari Minggu, 13 Oktober 2019, dimana dia katakan Jarum jam menunjuk ke pukul 23.00 Wita, saat itu Salman baru saja beranjak untuk membeli nasi kuning, tiba-tiba beberapa anggota Polisi berpakaian preman, menciduknya. Belakangan diketahui anggota yang menciduk dari Polsek Rappocini, Kota Makassar.

Asma orang tua korban

“Saat itu anak ku baru mau beli nasi kuning, langsung dibawa. Mau ka ke sana, na bilang orang jangan ki bu bahaya. Besok pi saja,” ungkapnya dihadapan awak media yang terlihat sedih melihat kondisi anaknya

Sambil berlinang air mata, Asma menceritakan, berselang tiga hari setelah penangkapan, anaknya dibawa pulang oleh polisi ke rumahnya. Katanya, mencari barang bukti.

“Pasca tiga hari setelah ditahan anak saya datang bersama Polisi, katanya mau cari busur di rumah karena terlibat pembusuran, tapi mana ada busur di rumah, tidak ada dia dapat,” tambahnya lagi sedih

Setelah tidak mendapatkan barang bukti, Salman kembali dibawa pergi. Asma, ke Polsek Rappocini menjenguk anaknya, tapi tidak diperbolehkan bertemu.

Akhirnya pada 22 Oktober 2019, Asma berhasil membawa keluar anaknya,”saat itu Dada Salman bengkak, dan dia (Salman) tak bisa lagi jalan, karena ternyata alat kelaminnya hancur, berlubang,” bebernya sembari menangis.

Menurut pengakuan Asma, anaknya tersebut dipaksa mengaku oleh anggota Polisi, karena saat diintrogasi dia disetrum dibagian dada dan alat kelaminnya.

“Saya bawa ke Rumah Sakit untuk diperiksa, ternyata ada pembengkakan di Jantung, alat kemaluan anak saya berlubang hancur, kalau goyang keluar lagi darah,” tutupnya ke awak media.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Rappocini Kompol Edy Supriadi sampai berita ini dinaikkan belum ada tanggapan

 

 

Reporter : Mir

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *