Parah!! RSUD Halteng miskin air, Pasien kena dampak rujuk

by -83 views
Instalasi Gawat Darurat RSUD Kota Weda, Halmahera Tengah.

MITRAPOL.com, Maluku Utara – “Sumber air sudah dekat!” pernah dengar kalimat tersebut kan? Percaya atau tidak, aksesibilitas terhadap sumber air bersih masih menjadi hal yang langka bagi sejumlah daerah di Indonesia.

Pendapat itu sangat benar, terutama bagi sejumlah masyarakat yang berada di Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), mereka sekarang masih merasakan kekurangan air bersih.

Bahkan untuk melayani pasien saja, air menjadi alasan utama untuk di rujuk ke Rumah Sakit Umum lainya. RSUD Halteng misalnya, pihaknya ingin merujuk salah satu pasien yang berasal dari Pustu Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara ke Kota Tidore lantaran kekurangan stok air.

Adalah pasien Siti Hawa, dirinya di rujuk ke RS Kota Weda karena ketuban pecah dini didalam kandunganya sebelum melahirkan. Namun sesampainya di RS Weda, mereka di arahkan untuk ke Tidore (Rujuk).

“Tadi mereka bilang mau rujuk istri saya ke Rumah Sakit Tidore, alasannya disini (RS Weda) tidak ada air. Jadi saya bilang, kalau begitu biar kami yang beli air Sepuluh galon. Yang penting tidak di rujuk ke Tidore,” kata suami pasien, Hataki Muhammad, Jum’at (29/11).

Hal itu dibenarkan oleh Dokter Kemala, saat di datangi oleh sejumlah awak media di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Weda. Bahwa pasien tersebut akan di rujuk karena kuranya kebutuhan air di RS Kota Weda.

“Dari tadi pagi tadi stok air kosong, makanya saya hubungi Dokter Iren (Dirut RSUD Weda-red) dan beliau arahkan untuk di rujuk. Pokoknya alasan klasiknya tidak ada air, tidak ada kendala lain yang membuat pasien ini harus di rujuk,” katanya.

Beberapa saat setelah kejadian itu, pihak rumah sakit akhirnya akhirnya menghubungi pihak PDAM untuk mendatangkan air RSUD setempat.

Sementara Direktur RSUD Halteng, Dokter Iren membantah akan keluhan pasien tersebut. “Tidak benar jika keluarga mau beli air galon terus baru RS ada air. Kami selalu merespon cepat kebutuhan di RS. Pengangkutan air dari PDAM butuh waktu pengisian dahulu. Jadi saya mohon kesabarannya,” gumamnya.

Iren menambahkan, setiap tindakan operasi memiliki SOP. Sebagai RS yg telah terakreditasi, semua tindakan apapun wajib melakukan kebersihan tangan atau hand higiene. Dengan sasaran keselamatan pasien, dimana untuk mencegah infeksi setelah operasi.

“Kan tidak mungkin melakukan tindakan, semua tim operasi tidak melakukan kebersihan tangan. Jadi jelas ada hubungan antara pelayanan dengan air,” tutupnya.

 

 

Reporter : Sahwan

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *