Terkait realisasi bibit Padi Gogo, Ketua Ormas Badak Banten ancam aksi di Pemprov Banten

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Ketua Ormas Badak Banten Kabupaten Lebak H. Eli Syahrony, menyayangkan realisasi program bibit Padi Gogo yang tidak tepat sasaran, sehingga program yang menelan biaya milyaran rupiah dari dana APBN tahun anggaran 2019 mubajir.

Pengiriman barang yang tidak sesuai spek dan kondisi cuaca alam itu penyebab akan mubajirnya program tersebut, hal ini dikatakan oleh Ketua Badak Banten Kabupaten Lebak H. Eli Syahroni saat ditemui media ini di Kantornya, Rabu (04/12).

“Kami akan melakukan gugatan terhadap dinas pertanian dan perkebunan provinsi banten, Kita akan melayangkan surat gugatan terhadap dinas pertanian dan perkebunan provinsi banten atas program pengadaan bibit Padi Gogo,” ujar Eli Sahroni.

Ditambahkannya, Ini merupakan catatan buruk dinas pertanian dan perkebunan yang harus di evaluasi oleh gubernur banten. “Gubernur Banten harus secepatnya evaluasi pejabat Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Banten untuk mengantisipasi program kedepan agar tidak bermasalah dan mubajir ini terulang,” tegas Eli Sahroni.

Dari apa yang disampaikan oleh Ketua Badak Banten Kabupaten Lebak, tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi unjukrasa ke Kantor dinas pertanian dan perkebunan provinsi banten.

Terpisah, Aktivis Pemuda Kabupaten Lebak Yudhistira mengatakan bahwa program padi gogo ini selain terkesan di paksakan yang hanya memboroskan anggaran negara juga kurang tepat sasaran.

“Saat ini sudah bukan lagi musim tanam, juga anggaran milyaran yang dikucurkan pemerintah pusat melalui Anggaran Pemerintah Belanja Negara (APBN) yang nilainya milyaran rupiah diduga kuat telah dimanipulasi data CPCL nya sehingga dalam penyalurannya asal – asalan,” ujar Yudhistira.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Dan Perkebunan Provinsi Banten Sobirin saat dihubungi awak media ini belum bisa dikonfirmasi.

 

 

Reporter : A4N

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *