Badak Banten Desak penegak hukum segera tangani program pengadaan bibit Padi Gogo

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak –  Ormas Badak Banten (BB) Kabupaten Lebak mendesak aparat penegak hukum agar segera menangani dugaan masalah dalam Program pengadaan bibit Padi Gogo atau Huma

Ketua DPD Ormas Badak Banten (BB) Kabupaten Lebak Eli Sahroni menilai, Program pengadaan bibit Padi Gogo huma yang anggarannya cukup besar hingga Milyaran rupiah dari sumber dana APBN 2019 di Provinsi Banten merupakan sebuah program kegiatan yang dianggap tidak memiliki potensi membawa dampak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sangat tidak sesuai dengan keinginan Presiden Jokowi Dodo melalui Program swasembada pangan. Bahkan dalam program ini juga disinyalir terdapat masalah dan hanya menghamburkan uang negara.

Ditemui mitrapol.com di Kantor Sekertariat DPD Ormas Badak Banten, Eli Sahroni menerangkan terkait kajian data, informasi yang di dapat dari berbagai sumber juga telah berhasil dihimpun oleh tim Badak Banten, Atas dasar kajian sehingga dirinya dapat meyakini dalam Program ini terdapat dugaan paktor kesalahan yang tidak akan bisa di bantah.

Seperti pada luas areal lahan tanam padi gogo atau huma, Jumlah luas lahannya hingga 7100 hektar tersebar di 24 Kecamatan di Kabupaten Lebak, hal itu dinilai oleh Badak Banten (BB) merupakan sebuah data yang angka piktifnya secara teknis terlalu tinggi.

” Hasil investigasi tim Badak Banten kelapangan belum di temukan adanya penanaman padi huma oleh masyarakat,” kata eli sahroni ketua DPD Ormas Badak Banten Kabupaten Lebak.

Selain itu, pendistribusian bibit yang dilakukan oleh pihak rekanan tidak sesuai dengan masa tanam. Menurut data, bibit padi gogo huma seharusnya dikirim di bulan agustus dan september di saat masa tanam. namun fakta yang terjadi bibit baru dikirim di awal bulan desember tahun 2019 yang artinya pengiriman bibit bukan pada saat masa musim tanam, sehingga di yakini bibit akan terpakai alias mubajir.

Selain itu juga, menurut Eli Sahroni, Ditambah lagi anggaran tahun 2019 hanya tinggal satu minggu akan segera berakhir dan program ini sepertinya tidak bisa di adendum.

” Hingga hari ini pihak ketiga dalam hal ini PT Pertani dan Syanghiang Sri selaku pengadaan bibit belum melakukan pengiriman bibit kesemua kecamatan yang mendapatkan program bibit padi gogo huma,” kata eli

Eli meminta aparat penegak hukum di Provinsi Banten harus segera membentuk tim khusus untuk menangani program bantuan bibit padi gogo huma yang di kucurkan melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Banten dan dapat memanggil semua pihak yang terlibat.

” Kita meminta aparat penegak hukum agar segera membentuk tim khusus untuk menangani program bantuan bibit padi gogo dan dapat memanggil semua pihak yang terlibat,” tutup Eli.

 

 

Reporter : Ubay Poll

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *