Irsadi pukul tangan wartawan Harian Aceh hingga HP terhempas

  • Whatsapp
Teuku Irsadi MD saat konferensi Pers

MITRAPOL.com, Simeulue – Ketentuaan Pidana Pasal 18 UU Pers No 40 Tahun 1999 bahwa setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 2 ayat 4 dan ayat 3 terkait upaya media untuk mencari dan mengolah Informasi. Dapat dipidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah.

Teuku Irsadi MD sejak Selasa sore kemarin namanya menjadi pembicaraan di berbagai sudut Kota Sinabang Simeulue, dia dibicarakan bukan karena sebuah prestasi atau gerakan amal melainkan Ia memukul tangan seorang Wartawan di Pulau itu hingga HP sang Wartawan terhempas.

Kejadiannya di lingkungan Pengadilan Negeri Sinabang, Simeulue, saat digelar sebuah sidang terbuka untuk umum dengan agenda sidang pemeriksaan saksi lanjutan perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Ramlan Tanjung, Komisaris PT. Vanesha Mandiri Utama. Pada persidangan itu turut hadir Teuku Irsadi MD.

Disela waktu sidang, pas waktu Istirahat siding, beberapa wartawan melakukan konfirmasi pers dengan Irsadi diruang tunggu pengadilan setempat dan Irsadi mempersilahkan Wartawan tadi, salah satunya Indra BN (Harian Aceh).

Dalam wawancara tersebut, awak media mengajukan pertanyaan ke Irsadi yang turut didampingi oleh seorang oknum tentara yang diklaim Irsadi adeknya. Oknum itu juga sempat mencoba menghalangi Wartawan untuk memotret.

Pertanyaan ke Irsadi diantaranya, tentang AMP yang kabarnya sedang berstatus sitaaan institusi penegak hukum namun sejak Komisaris ditetapkan tersangka dari dua tahun lalu itu AMP terus dioperasikan bahkan saat sang Komisaris sedang ditahan.

Tak tahu kenapa, melihat Ia difoto, Irsadi lalu berang, dengan nada emosi, ia meminta media tak memfoto wajahnya. “Jangan di foto, saya tidak mau,” tegasnya.

Irsadi memukul tangan Indra BN, Wartawan Harian Aceh di Simeulue hingga Hand Phone Indra BN jatuh dari tangannya.

Kendati Irsadi menunjukan sikap arogansinya, namun tak serta merta menyurutkan nyali Indra BN dan Wartawan lain untuk melakukan tugas jurnalistik. Indra BN menunggu dengan ditemani rekan rekan pers lainnya untuk kembali melanjutkan wawancara.

Pada saat akhir, Irsadi hendak meninggalkan pekarangan Pengadilan, di halaman Kantor Pengadilan Negeri Sinabang, Simeulue, Irsadi akhirnya menyampaikan permohonan maaf pada Wartawan Harian Aceh dan seluruh Wartawan Simeulue.

 

 

Reporter : Sarwadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *