Pembangunan JUT Desa Sindang Laut diduga ada Udang dibalik batu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Jalan Usaha Tani (JUT) atau jalan pertanian merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, tempat pengol

Kampung Longok Desa Sindang Laut, Kecamatan Carita, Pandeglang Banten sedang berjalan pembangunan JUT sepanjang 1km dan dilapangan, informasi anggaran dananya, masyarakat tiadak mengetahui dari mana, dan pembangunan Jalan Untuk Tani (JUT) diatas lahan milik perusahaan Kondominium Lippo Carita.

Informasi yang dapat dihimpun oleh Mitrapol.com dari Jaimun, salah satu warga Kp. Longok ini merasa bingung dan was-was atas pembangunan JUT yang dikerjakan diatas tanah milik perusahaan Kondominium Lippo Carita.

“Dengan pembangunan begini kami masyarakat bukan malah diuntungkan pak,” terang Jaimun

Kami masyarakat yang dirugikan, dimana pembangunannya bukan di tanah milik warga melainkan di tanah milik perusahaan, nanti jika suatu saat tanah tersebut dipergunakan oleh perusahaan tersebut otomatis jalan itu akan dibongkar atau masyarakat tidak bisa mempergunakannya lagi, sia-sia dong anggaran yang dikeluarkan negara, papar Jaimun.

Mitrapol.com mencoba menghubungi, Sarman selaku pelaksana dilapangan melalui telepon selulernya untuk mencari informasi tentang anggaran pembangunan JUT, namun tidak pernah direspon seakan alergi tarhadap wartawan dan tidak mau dimintai keterangan, bahkan saat ditemui di lapangan, Sarman tidak pernah ada ditempat pembangunan JUT.

Informasi dari Atan, Kades Sindang Laut hasil konfirmasi di kantor Desa Sindang Laut mengatakan, dirinya kurang jelas mengetahui.

“Sebatas konfirmasimah ada pengerjaan JTU, untuk ijin atau segalam macamnya saya kurang mengetahui, dan berapa anggaranya pun saya juga tidak mengetahuinya, tutur Atan. Senin, (10/12).

Ketua DPW LSM GKPK-Nas, Royen Siregar yang juga melakukan investigasi kelapangan pekerjaan JUT Kp. Longok di Desa Sindang Laut ini memaparkan ke Mitrapol.com, di lokasi proyek tidak ada ditemukan papan informasi atas anggara dana dan berapa besar anggarannya, ujar Royen.

Dalam pembangunan JUT di Kp. Longok ini patut diduga ada apa dengan anggaran pembangunan di Kp. Longok ini. Pihak pelaksananya mengabaikan hak publik tentang informasi, sebagaimana yang diamanahkan dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008,” tegas Royen.

Tambahnya, Dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek yang memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksananya dan nilai kontrak serta jangka waktu pengerjaannya.

“Masyarakat harus memahami dan mengetahui, Papan Pengumuman dan Peringatan adalah papan yang berisi informasi kepada masyarakat yang merupakan salah satu upaya memberi sosialisasi tentang Petunjuk Teknis Membangun dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kegiatan membangun dan pemanfaatan bangunan sesuai ketentuan,” terang Royen

 

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *