Korupsi Pengadaan Kapal Wisata, Nora Butarbutar dituntut 7 tahun penjara

by -22 views

MITRAPOL.com, Medan – Nora Butarbutar (49) Wakil Direktur CV Kaila Prima Nusa, dituntut tujuh tahun penjara, karena terbukti bersalah tidak melaksankan Proyek Pengadaan Kapal Wisata Kabupaten Dairi, Sumatera Utara senilai Rp 395 juta.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (12/12) terdakwa yang pernah buron selama 10 tahun itu, terlihat terisak, lirih, mendengar tuntutan tujuh tahun penjara, apalagi saat jaksa menyebutkan denda dan ganti kerugian negara, terdakwa langsung tersandar di kursinya.

Soalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akbar Pramadana dan Dawin Gaja dari Kejari Dairi juga menuntut denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan dan mengganti kurugian negara sebesar Rp 395juta subsider penjara 3,5 tahun.

” Terdakwa baru membayar Rp 50 juta, jadi sisanya harus dilunasi satu bulan sesudah vonis berkekuatan hukum tetap, jika tidak harus menjalani kurungan 3 tahun 6 bulan,” urai Jaksa.

Selain itu, jaksa juga mengembalikan sertifikat tanah yang diajukan Nora sebagai jaminan penggantian kerugian negara. Sebulan sebelum tuntutan, terdakwa berupaya melunasi kerugian negara dengan menyerahkan sertifikat tanah dan uang Rp 50 juta.

Namun menurut JPU Dawin Gaja, sertifikat tanah yang diajukan bukan atasnama terdakwa Nora Butarbutar, tapi atas nama pihak lain.

Kedua JPU menjerat terdakwa dengan pasal 2 UU No 31 tahun 1999 jo perubahannya UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Hakim ketua Jarihat Simarmata yang menggantikan hakim Ferry Sormin yang berhalangan menunda sidang selama sepekan, untuk mendengar pembacaan pledoi (notabelaan) penasehat hukum terdakwa, Irwansyah dkk.

Sesuai dakwaan, terdakwa Nora Butarbutar dan tiga orang lainnya (telah disidangkan terpisah dan telah divonis masing-masin 6 tahun penjara), telah melakukan tindak pidana korupsi dalam pekaksanaan proyek pengadaan kapal wisata bantuan Pemkab Dairi TA 2008.

Awalnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dairi melaksanakan proyek pengadaan kapal wisata. Proyek dikerjakan CV Kaila Prima Nusa, terdakwa Nora selaku wakil direkturnya.

Nah, sebelum serah terima dari rekanan, terlebih dahulu dilakukan pengecekan langsung ke lokasi pembuatan kapal di kawasan Ajibata.

Ternyata, kapal yang bernilai Rp 395 juta itu tak sesuai dengan kontrak. Ukuran, warna dan kapasitasnya berbeda jauh dengan yang disebutkan dalam kontrak.

 

 

Reporter : HZ

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *