Terdakwa distributor 40 Kg Sabu dan 2.985 butir ekstasi di vonis mati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Petualangan Hasanuddin alias Hasan Bin Suharyanto, selaku anggota sindikat narkoba internasional, akhirnya berujung pahit. Pria berusia 29 tahun ini harus pasrah divonis hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (9/12).

Saat putusan hukuman mati dibacakan hakim ketua Erintuah Damanik, terdakwa terlihat hanya bengong, terkesan lugu. Namun siapa sangka, pria berkacamata ini, terkait dengan barang bukti sabu seberat 40 kilogram dan ekstasi 2.985 butir .

Menurut majelis hakim dalam amar putusannya, terdakwa terbukti bersalah melakukan kesepakatan jahat, membawa dan mendistribusikan narkoba dari Malaysia ke Medan.

Dengan begitu, papar hakim, terdakwa bersama-sama dengan terdakwa lainnya, melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Putusan majelis tak jauh beda dengan tuntutan jaksa, yang juga menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Menanggagi putusan hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurainun Siregar dari Kejatisu menyatakan, pikir-pikir.

Sebaliknya, penasehat hukum terdakwa, Tita Rosmiati menyatakan banding,”Kami banding, dan langsung didaftarkan bandingnya. Sebab terdakwa tidak memiliki barang bukti sabu maupun ekstasi. Dari tangannya hanya disita satu buah handphone, ” ujar Tita

Dalam dakwaan disebutkan, Hasanuddin alias Hasan ditangkap di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 27 Kelurahan Lubuk Pakam, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Terdakwa ditangkap secara terpisah dengan Edward Alias War, Dian Haryza, Edy Bagus Setiawan, Bayu Anggara, Jimmy Sastra Wong, M. Razief Alias Ajib, Husaini dan Suhardi Nasution (disidangkan di Pengadilan Lubuk Pakam).

Kasusnya bermula, September 2018, Hasanuddin bersedia menjadi pengatur penjualan narkoba, sesuai dengan yang diperintahkan oleh Toni Alias Mike (DPO) untuk mengatur penjualan sabu di Medan.

Selanjutnya terdakwa meminta terdakwa Suhardi Nasution untuk menerima penyerahan sabu-sabu sebanyak 40 kilogram, sedangkan kurirnya Toni alias Mike.

Terdakwa juga menerima pesan untuk mendistribusikan narkoba kepada nama-nama tertentu dan pesan itu diteruskan kepada Alfirmansyah (DPO) yang kemudian bekerjsama dengan M. Razief.

Selanjutnya, narkoba diserahkan oleh Bayu Anggara, Minggu 16 September 2018 sekitar pukul 21.00 WIB di depan Lapas Klas IIB Lubuk Pakam, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 27 Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Kemudian untuk pendistribusian narkoba di Hotel Griya sebanyak 5 bungkus (5 Kg) dilakukan Al Firmasyah dan M Razief, 15 September 2018, penerimanya Jimmy di kamar 425 Hotel Griya Medan.

Rupanya saat transaksi, Jimmy tertangkap beserta barang bukti sabu 5 kilogram, pada 19 September 2018 sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Gunung Krakatau, Medan.

Selanjutnya, petugas menangkap Husaini , 17 September 2018 sekitar pukul 19.40 WIB di Kafe Gabeng, Jalan Kasuari 88 Medan Sunggal berikut barang bukti sabu 2,3 kg.

Lebih lanjut, Hasanuddin, 17 September 2018 sekitar pukul 19.00 WIB, menghubungi Suhardi Nasution untuk menerima penyerahan narkotika sebanyak 30 paket, dan 1 paket ekstasi dari Toni alias Mike.

Setelah seluruh paket diterima oleh Suhardi, sabu tersebut disimpan di rumah kontrakan di Jalan Al Watoniah Sungai Dua Kel. Gading Kecamatan Datuk Bandar, Tanjung Balai.

Apesnya, sebelum sempat seluruh paket narkotika diedarkan, petugas BNN, 20 September 2018 sekitar pukul 01.30 WIB menggerebek rumah kontrakan Suhardi, ditemukan sabu 30.948 gram dan pil ekstasi berlogo “Trump” sebanyak 2.985 butir.

Terdakwa ditangkap setelah pengembangan pihak BNN dan tujuh bulan DPO,. Dia ditangkap Juli 2019 di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 27 Kelurahan Lubuk Pakam Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang.

 

 

Reporter : HZ

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *