Warga minta CV Bintang Terang Logam ditutup

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Warga Kp. Prepedan Dalam No. 75, RT 011/007, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Kamis (13/12) meminta CV Bintang Terang Logam industri peleburan Timah yang sudah beroperasi puluhan Tahun ditutup.

Industri yang bergerak Dibidang peleburan timah itu terindikasi membawa efek negatif bagi warga lingkungan sekitar sebagian warga terinfeksi saluran pernapasan akibat asap yang ditimbulkan dari aktifitas peleburan itu.

Perusahaan peleburan logam yang tidak menggunakan cerobong asap, terlihat asapnya mengepul di sekililing bangunan pabrik tersebut, hingga membuat warga terkena asap dan abu

Warga yang merasa sudah tidak lagi didengar suaranya berharap Walikota Jakarta Barat tegas dalam menanggapi persoalan ini.

Menurut informasi warga yang merasa terkena dampak dari aktifitas kegiatan peleburan timah itu jelas sangat merugikan kesehatan,” Ya mas saya sangat merasa terganggu dengan kegiatan tersebut, bukan hanya dari bising kegiatan melainkan asap yang memba dampak kesehatan bagi saya dan warga lain yang ada disekitar wilayah. Hasil dari Ronsen pihak Dokter Rumah Sakit Kalideres, menjelaskan kalau saya terkena penyakit saluran pernapasan (ISPA),” katanya

“Persoalan ini bukan sehari dua hari sudah tahunan belum ada titip temu untuk penutupan industri peleburan logam itu puluhan tahun warga disini menghisap asap yang mengandung penyakit jelas jelas merugikan kesehatan kenapa masih berjalan ada apa ?,” sedihnya.

Saya berharap pada bapak Walikota dengarkan suara rintihan kami pak presiden tolong kami dari Asap yang membuat kesehatan kami warga wilayah terganggu ,tutup aktivitas CV Logam Bintang Terang,” piluhnya

Kompensasi yang diberikan dari pihak perusahaan tidak sesuai dengan harga kesehatan kami nyawa dibayar hanya 5ribu per bulan itu tidak sesuai.

Disisi lain Ketua RT 11/07 mengatakan bahwa perusahaan itu tidak menggangu, hanya segelintir orang sirik aja kali dengan saya sebagai RT yang bekerja di perusahaan itu, kilah dia.

Perusahaan itu sudah ada puluhan tahun dan seajuh ini tidak ada yang yang terkena penyakit akibat dampak kegiatan pabrik itu, tambahnya.

Mungkin kena penyakit itu sebelum tinggal disini buktinya saya sudah sampai punya anak lebih dari tujuh masih sehat saja

Menanggapi persoalan itu, Darsuli, SH, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Badan Investigasi Independen Peneliti Kekayaan Pejabat dan Pengusaha Republik Indonesia (LMSM BII-PKPPRI) mengatakan, terdapat kejanggalan dengan adanya CV. Bintang Terang Logam yang sampai sekarang masih beroperasi.

Menurut Darsuli, perusahaan itu bisa dipastikan tidak memiliki izin resmi dari pemerintah daerah. Karena kalau dilihat dari peruntukan (zonasi) saja bukan peruntukkan industri, melainkan zona pemukiman. Sudah tidak mungkin izinnya bisa keluar. Apalagi untuk izin Amdal UKL/UPL.

“Dengan data dan informasi yang ada, kami akan mengirimkan surat secara resmi kepada Gubernur DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup DKI, dan Ombusman RI agar segera terbongkar siapa oknum yang bermain di balik perusahaan yang diduga ilegal itu,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Shemy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *