Dugaan perusahaan illegal, Puluhan massa geruduk Kantor Bupati Muba

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Muba –Puluhan massa yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Peduli Muba terdiri dari Lembaga Intelijen Pers Reformasi Repoblik Indonesia (LIPER-RI), Forum Demokrasi Rakyat (FDR), Lembaga Masyarakat Peduli Lingkungan dan Hutan (Legmas-Pelhut) Muba, Barisan Pemuda Musi Banyuasin (BPMB) dan perwakilan masyarakat dari tuju Desa Musi Banyuasin menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) terkait permasalahan status kepemilikan lahan tidak jelas, penyelesaian lahan plasma tidak tuntas dan adanya kesenjangan sosial terhadap ketenagakerjaan yang terjadi pada PT. Ghutri Pecconinna Indonesia (GPI) Kabupaten Musi Banyuasin. Senin, (16/12).

Arianto,SE, selaku koordinator aksi menyampaikan sejumlah tuntutan mereka diantaranya sejalan dengan cita-cita reforma agraria yang menjadi program prioritas Nasional Mawacita Presiden RI, Ir. Joko Widodo untuk menuntaskan Konflik yang ada, untuk itu kami minta agar Bupati Muba, dan DPRD Muba bertindak tegas jika perlu menutup dan menghentikan seluruh aktivitas PT GPI karena diduga sudah melanggar ketentuan hukum yang ada, alias Ilegal.

Mereka juga meminta agar keberadaan dan legalitas ditinjau ulang dan dicabut izin peruntukan penggunaan tanah pola inti plasma yang dikeluarkan oleh Gubernur Sumatera Selatan pada tanggal 21 September 1999

Kami menilai semua yang dilakukan PT GPI selama berdiri diduga banyak melakukan pelanggaran, baik perizinan maupun legalitas usaha tidak pernah tuntas menyebabkan Konflik puluhan tahun akibatnya rakyat daerah negara dirugikan bahkan sudah berapa nyawa melayang atas konflik yang berkepanjangan akibat keberadaan PT GPI.

Diakhir orasinya pendemo, meminta izin untuk didampingi ke lokasi Kepada Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin, Kapolres Muba, Kodim 0401 Muba dan DPRD Muba guna untuk memberikan pengamanan bersama dalam melakukan pemortalan akses jalan PT GPI dan selama permasalah ini belum ada penyelesaian maka portal tersebut tidak boleh dibuka, jelasnya.

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *