Jasad Amir Leubih ditemukan meninggal, begini kisahnya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tapaktuan – Nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 30 meter dari lokasi parkir perahunya.

Amir Leubih (54) adalah warga gampong Buloh Seuma kecamatan Trumon, ia dilaporkan hilang usai salah satu kerabatnya menemukan perahu korban dalam keadaan kosong terparkir, setelah di cari dan tidak ditemukan akhirnya kerabat korban melaporkan kepada Keuchik gampong Kuta Padang dan diteruskan kepada polisi.

Tak lama berselang Kapolsek Trumon,Danramil, anggota BPBD Aceh Selatan personil kompi Yonif 115 RK dan personil kompi Brimob meluncur ke lokasi untuk melakukan pencarian korban.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono melalui Kapolsek Trumon Ipda Adrizal mengatakan usai menerima laporan dirinya yang saat itu sedang memantau pencarian korban tenggelam di jembatan Ayon langsung meluncur ke lokasi.

“Setelah menerima laporan kami langsung berkoordinasi dengan camat dan Danramil. bersama personil TNI , Bpbd Aceh Selatan dan kepala Pukesmas Trumon langsung ke lokasi untuk melakukan pencarian,” ucapnya.

Namun lanjutnya, pada saat dalam perjalanan menuju lokasi , salah seorang warga gampong Kuta Padang memberitahukan bahwa korban sudah diketemukan pada pukul 10.50 wib oleh masyarakat dalam keadaan meninggal dunia.

“Dirumah duka kami mendapati jasad korban dalam keadaan rusak yang diyakini dirusak oleh hewan liar, lantaran sudah beberapa hari di lokasi yang banyak hewan liarnya,” ucapnya.

Kronologis hilangnya Amir Leubih

Pada hari Minggu (8/12) tepatnya pada pukul 08.00 wib, Amir Leubih meminta ijin kepada istrinya Suka Aman untuk berangkat sendirian menggunakan perahu menuju sungai Ie Hitam dengan maksud untuk memasang bubu dan jaring ikan.

Ditengah perjalanan (dalam sungai) Amir Leubih berjumpa dengan satu perahu berisi 2 orang saudara dekatnya (pak ciknya) yaitu Laisa dan Mahyuddin yang kebetulan sama-sama berniat untuk memcari ikan.

Mereka mengarungi sungai sepanjang lebih kurang 4 km dan pada Minggu malam mereka bertiga menginap dipondok yang terletak di daerah Meurbok.

Senin, (9/12) pada pukul 10.00 wib, Amir Leubih minta izin pulang kepada pak ciknya karena alasan hari Selasa (10/12) ada kenduri sungai sedangkan Laisa dan Mahyuddin terus melanjutkan untuk mencari ikan.

Sementara itu pada hari Sabtu,( 14/12) tepatnya pukul 17.00 wib, Laisa dan Mahyuddin pulang hendak menuju rumah masing-masing namun ditengah perjalanan jumpa dengan kapal yang digunakan oleh Amir Leubih. Mereka berdua mendekati kapal dan berupaya memanggil dan mencari korban, sementara itu dalam perahu korban ditemukan barang-barang korban berupa, Celana Panjang, sepatu, Jam tangan, Pisau dan rokok.

Berhubung hari sudah hampir Magrib. keduanya pulang dan pergi ke rumah korban untuk mengecek keberadaannya.

Keduanya menanyakan keberadaan Amir Leubih kepada Suka Aman, istrinya menjawab bahwa suaminya belum pulang biasanya 1 minggu baru pulang.

Kemudian Laisa dan Mahyuddin menceritakan perihal penemuan perahunya kepada Suka Aman selanjutnya memberitahukan kepada Keuchik Kuta Padang.

Berhubung hari sudah malam maka pencarian dilakukan pada Minggu (15/12) sejak pukul 09.15 Wib, Keuchik Kuta Padang juga memberitahukan hal tersebut kepada Kapolsek Trumon via HP.

Berdasarkan keterangan saksi, kapolsek menyimpulkan kematian korban disebabkan oleh penyakit yang di deritanya.

” Menurut keterangan keluarga Saudara Amir Leubih ini sebelumnya menderita penyakit sering pening dan pingsan, jasad korban sudah dikebumikan tadi sore berdasarkan permintaan keluarga, korban meninggalkan Alm. Amir Leubih meninggalkan 1 orang istri dan 8 orang anak,” tutupnya.

 

 

Reporter : Safdar. S

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *