Wabub Aceh Timur resmi dipolisikan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – NS Fani Adi Riska.S.kep mendatangi Polda Aceh didampingi pengacaranya dan Ketua Tim Investigasi Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Aceh Iskandar dan laporan tersebut di terima oleh Brigadir Anwar dengan nomor LP/271/XII/Yan 2.5/2019/SPKT, Senin 16 Desember 2019

Hari ini kami melaporkan kasus atas dugaan tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh Wakil Bupati Aceh Timur pada awal Desember 2019,” kata Kuasa Hukum pelapor, Chandra Septi Maulidar SH. Ia menyebutkan kejadian itu berawal saat kedatangan seorang pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD yakni terlapor yang saat itu mengalami sesak.”Melihat ada pasien VVIP, (korban) mencari oksigen Di ruangan lain dan membawa masuk ke ruang perawatan tersebut untuk dipasangkan ke pasien ujarnya.

Lanjutnya Saat perawat memasang pengaman oksigen, terlapor menendang perut korban hingga tersungkur bersama tabung oksigen yang dibawanya. “Terlapor mencoba menendang lagi, namun sempat dicegah oleh pasien yang berada di ruang itu. Terlapor juga mengeluarkan kata-kata kasar, Candra juga menyebutkan atas kejadian itu, terlapor mengalami sakit di bagian perut dan merasa shock, sebutnya.

Sementara ketua Tim investigasi Iskandar mengatakan, Saya sangat kecewa dengan Direktur RS yang tidak mengayomi perawatnya, saya Selaku mantan ketua PPNI Aceh Timur selama 15 tahun, saya kecewa cara kawan-kawan di PPNI Aceh Timur menangani kasus ini. Ya sudahlah, mungkin mereka sibuk sehingga ada anggotanya tidak sempat diperhatikan dengan baik ucap Iskandar

Iskandar menyebutkan pihaknya akan memberikan bantuan hukum kepada anggota perawat dibawah naungan PPNI “Kita terus mendampingi korban, kita juga berharap agar bisa segera ditindak lanjuti kasus ini, supaya korban mendapatkan keadilan, ungkapnya.

 

 

Reporter :Zul Aceh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *