BNNP Prov Sulsel, musnahkan narkoba, Idris: Jumlahnya lebih dari 3M

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Makassar — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan memusnahkan barang bukti narkoba dari hasil sitaan dari beberapa tempat, barang bukti yang dimusnahkan totalnya lebih dari 3 Milyar rupiah,

Terlihat saat petugas BNNP Prov. Sulsel agak sibuk nempersiapkan alat alat mesin Pemusnah, seperti mesin insinerator yang dipasang tepat didepan halaman kantor BNNP Sulsel, Jalan Manunggal, Makassar, Selasa, (17/12/2019) sekira pukul 13.30 WITA.

Pemusnahan barang haram tersebut dilakukan oleh Kepala BNNP Prov. Sulsel. Brigjen Idris Kadir, turut disaksikan perwakilan dari Kejaksaan, aparat Kepolisian, dari Bea Cukai, dan aparat Pemda setempat, serta masyarakat umum yang ada dilokasi.

Kepala BNNP Sulsel Brigjen Idris Kadir mengatakan dihadapan awak Media, semuanya dari hasil sitaan yang dimusnahkan antara lain terdiri dari 2(dua) kg sabu, 999 butir ekstasi, 11,1 kg ganja kering, dan 17(tujuh belas) gram NPS.

Jadi Seluruh barang bukti narkoba ini yang diamankan dari 38 tersangka hingga ditaksir kurang lebih bernilai di atas Rp 3 miliar rupiah. Akunya Idris Kadir dihadapan awak media

Ada 38 tersangka yang diamankan dari hasil sitaan tersebut dimana kurang dari 3 Milyar rupiah jika dirupiahkan, menurutnya termasuk salah satu yang disita dari outlet perusahaan kurir adalah narkotika jenis baru, yakni NPS,

Diketahui NPS itu barang baru yang ditemukan di Jakarta dan Makassar.

Dia juga mengatakan bahwa kuat dugaan Paket ini berasal dari Luar Negeri.

Kami menduga barang NPS ini kiriman dari Hong Kong, sementara pemiliknya masih dicari,” ujarnya

Dari hasil pengungkapan tersebut ada 999 butir ekstasi berwarna biru dengan merek Bom yang dimusnahkan dari hasil penangkapan tersangka yang berinisial MK, di Jalan Poros Makassar-Maros, Oktober 2019 lalu.

Dalam keterangannya bahwa diperkirakan sebulan sebelumnya, tim BNNP Sulsel bekerja sama dengan Bea Cukai dan petugas Avsec Bandara Sultan Hasanuddin juga mengamankan 497 butir ekstasi merek Lego dari tersangka AD, yang menyelundupkan pil haram tersebut dari Kota Pekanbaru, Riau. Bebernya lagi

Sementara adalagi Kasus TPPU yakni tersangka nya AG, dimana berasal dari hasil penjualan sabu seberat 6 kg, di Nunukan, Kalimantan Utara, Februari lalu,” ujarnya. Dikutip dari detik.News.

Selain barang bukti narkoba, penyidik BNNP Sulsel juga menyita dari tersangka AG, sejumlah barang bukti tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil penjualan narkoba, senilai Rp 1(satu) miliar, yang terdiri dari kapal kayu, sebidang tanah di Kabupaten Barru, uang gadai sawah Rp 50(lima puluh) juta, dan 1(satu) unit sepeda motor, pungkasnya.

 

 

Reporter : Mir

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *