Dugaan arogansi Wabup, Amat Luembeng angkat bicara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Muhammad atau akrap disapa Amat Leumbeng salah satu anggota DPRK Aceh Timur Fraksi Partai Aceh (PA) saat di hubungi media ini mengatakan yang beredar kabar media onlin Dan cetak itu tidak sesuai dengan kejadian di lapangan, ujar Muhammad dalam rilis yang di terima awak media Mitrapol.com Rabu (18/12).

Sempat beredar pemberitaan di beberapa media terkait dugaan Arogransi Wabup Aceh Timur di RSAAS Peureulak beberapa waktu yang lalu.

Pemberitaan itu tidak sesuai yang terjadi di lapangan, itu adalah pembohongan publik, pada saat itu saya sudah ada duluan di Rumah Sakit karena saya juga tidak sehat waktu itu, selang dua jam saya di rawat saya mendapat telepon bahwa Wakil Bupati sakit sesak dan saya menyuruh kepada perawat untuk menyediakan tabung oksigen,

Setengah jam Wakil Bupati di Rumah Sakit tersebut belum juga mendapatkan pertolongan tabung oksigen, saya pun dengan tangan di impus terpaksa mencari oksigen, karena saat itu Wakil Bupati mengalami sesak nafas, dan pada saat itu Wakil Bupati hanya memberi teguran keras kepada perawat Rumah Sakit tersebut.

Lalu beberapa hari kemudian sudah ada pemberitaan bahwa Wakil Bupati bersifat arogansi, Tulis Amat Luembeng

“Saya berharap jangan ada pihak yang menyebarkan isu hoax,” tambahnya.

“Sekarang begini si korban yang dikatakan ditendang oleh Wabup,dia (Fani) pada malam itu tidak piket, jadi urusan dia apa malam itu ke ruangan apakah tidak ada perawatan yang lain yang bisa memasang oksigen. apa perawat yang ada disitu tidak bisa memasangkan oksigen ke pasien yang sakit. Dan Apa pantas saya (Amat leumbeng) pada malam itu sebagai pasien yang sedang di infus dan saya sendiri yang cari oksigen.apa juga kerja perawat.Saya juga bertanya kepada penjaga keruangan IGD mana oksigen,” tanya Amat Luembeng.

“Saat saya menanyakan oksigen tersebut dijawab yang jaga IGD, itu tidak ada urusan sama kami, itu urusan perawat yang jaga ruangan itu.sedangkan waktu sudah berjalan 30 menit lebih, sedangkan Wabup sudah sesak nafas berat.wabup hanya butuh oksigen,” ucapnya.

“Kemarin saya diam, tapi sekarang saya angkat bicara dan saya juga periksa yang piket malam itu dan saya juga punya hak untuk berbicara guna meluruskan peristiwa tersebut saya juga menilai perawat banyak yang lalai di RS,” tandas anggota DPRK dari Partai Aceh.

Tentunya pasti ada pihak yang pro dan kontra terhadap pemerintah, saya berharap kepada media kalau ingin memberitakan harap di komfirmasi dulu kebenarannya, agar pemberitaan imbang, dan kepada pihak yang memang tidak suka dengan pemerintah jangan memprovokasikan isu tersebut kearah yang negatif, tulis Amat Leumbeng via whatshapnya

 

 

Reporter : Zul Aceh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *