Tidak hanya lapor ke Polda Aceh, Fani lapor juga ke Komnasham Aceh

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Kasus dugaan arogansi terhadap salah satu perawat di Aceh Timur terus menjadi trending topic, Ns Fani Ariska.s.kep melaporkan masalah ini ke Polda Aceh kemarin Senin (16/12).

Fani Adi Riska Petugas Perawat RSUD Sultan Abdul Azis Syah(SAAS) Peureulak – Aceh Timur, korban yang diduga terjadi arogansi kekerasan yang di lakukan pasien VVIP Syahrul bin Syamaun yang notabene Wakil Bupati Aceh Timur, korban kembali melaporkan kasusnya tersebut ke Komnas HAM RI Perwakilan Aceh. Selasa (17/12).

Kedatangan Korban tindak kekerasan Fani Adi Riska.s.kep yang di dampingi Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia(PPNI) Aceh Abdurrahman dan Kuasa Hukumnya di sambut langsung oleh Ketua Komnas HAM Aceh Sepriady Utama di kantor Kanwil Kemenkumham Aceh di Banda Aceh

Kemudian di awali perkenalan serta di lanjutkan wawancara Komnas HAM dengan pihak korban dan saksi menanyakan krolologis kejadian yang menimpa korban pada tanggal 9 Desembar 2019 di ruangan pasien RSUD Peureulak.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya petugas perawat Fani Adi Tiska pada saat hendak memeriksa dan ingin memasang oksigen pasien menendangnya hingga terjatuh terduduk ke atas ranjang

Ketua Komnas HAM Perwakilan Aceh Sepriady Utama kepada media membenarkan bahwa Fani Adi Riska yang didampingi Pengurus PPNI Aceh membuat laporan ke pihaknya.

Yang menerima pengaduan adalah Kepala Sub Bagian Pelayanan Pengaduan Kantor Komnas HAM Perwakilan Aceh, Mulia Robby Manurung dan Staf, Jelas Sepriady

Menurutnya,”Sebagai lembaga Negara, Komnas HAM akan melakukan assesment, mendalami dan melakukan penyelidikan dengan tetap menghormati azaz praduga tak bersalah, persamaan kedudukan didepan hukum dan prinsip Imparsialitas,” katanya singkat.

Sementara Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syamaun telah membantahnya di beberapa media, “bahwa dirinya tidak melakukan kekerasan fisik terhadap petugas perawat tersebut, ia hanya memberikan masukan dan teguran keras karena dianggap lalai dalam menjalan tugasnya terhadap pasien.

“Wabup merasa pelayanan di RSUD tersebut kurang maksimal, dikarenakan perawat suka lalai dengan gadgetnya,” tambah Wabup.

Sebagai Wakil Bupati Syahrul Bin Syama’un memberi tindakan keras kepada pihak RSUD agar perawat – perawatnya siap siaga dalam memberi pelayanan terhadap pasien yang ingin di rawat, Meminta agar perawat menjalini komitmen dalam memberi pelayanan yang maksimal kepada pasien tampa memandang miskin atau kaya, sebab menurut beliau profesi mulia jika di lakukan ikhlas dan tulus hati.

“Perawat itukan profesi mulia, pekerjaan mereka bernilai ibadah jika dilakukan dengan ikhlas dan tulus,” ujar Wabup.

 

 

Reporter : Zul Aceh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *