Berani gelapkan uang penjualan tapioka, Ahwat dituntut 3 tahun penjara

  • Whatsapp

MITRTAPOL.com, Medan – Bermain dalam bisnis tepung tapioka, Suhendra Chudiharja alias Ahwat (54) Warga Cemara Asri Deliserdang, dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren yang bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (18/12)

Menurut jaksa, terdakwa terbukti melakukan penggelapan uang hasil penjualan tepung tapioka milik PT Bumi Sari Prima (BSP) sebesar Rp4,082 miliar.

Dalam persidangan dipimpin hakim ketua Jarihat Simarmata, jaksa dalam materi tuntutannya menyatakan, dari fakta-fakta terungkap di persidangan, telah terpenuhi unsur pidana penggelapan Pasal 372 KUHPidana.

Terungkap, tepung tapioka secara bertahap diantar terdakwa Suhendra kepada para konsumen kurang lebih 455 ton. Namun hasil penjualan sebesar Tp 4,082 miliar tidak disetorkan kepada staf bagian keuangan perusahaan PT BSP.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim memberikan waktu sepekan kepada terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya (PH) Charles Silalahi untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi).

Sesuai dakwaan, terdakwa dipercayai secara lisan untuk mengorder tepung tapioka.

Setiap orderan, terdakwa berperan menentukan dan menyediakan angkutan untuk pengantaran barang orderan.

Uang hasil penjualan, wajib diserahkan terdakwa dengan batas waktu 20 hari, setelah barang diantar ke konsumen. “Berdasar kesepakatan, terdakwa mendapatkan upah penjualan sebesar 2,5 persen,” ungkap jaksa.

Nah, seluruh bon faktur orderan sebanyak 10 lembar, dengan nilai penjualan lebih kurang Rp4.082.480.000, sudah habis masa waktu penyerahan uang sesuai dengan kesepakatan lisan.

Dengan begitu, seluruh uang hasil penjualan barang , sudah wajib diserahkan, namun terdakwa tidak menyerahkannya. Jumlah orderan barang Oktober 2018, mencapai 455,5 ton.

Macetnya setoran , saksi korban pun menemui terdakwa, dan menanyakan tentang pembayaran hasil orderan .Terdakwa mengakui telah menerima seluruh uang dari konsumen dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

 

 

Reporter : HZ

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *