PT IWIP belum pecat tersangka pengedar Ganja, ini alasanya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Target Operasi (TO) pengedar Ganja 30 sachet, Ajwar Ansar alias Aju (30) rupanya belum dipecat dari PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara.

Pihak IWIP akan melakukan pemecatan apabila pengadilan telah memutuskan bahwa Aju (Pelaku) terbukti melakukan transaksi jual beli narkoba (Ganja) sebanyak 30 sachet.

“Saat ini masih dalam penyelidikan. Kalau terbukti bersalah akan diberi sanksi pemecatan oleh Perusahaan. Kita tunggu putusan pengadilan. Kami sesuai prosedur hukum yang sah saja,” kata Humas IWIP, Agnes Megawati, Rabu (18/12/2019).

Kendati Polisi telah menetapkan Aju sebagai tersangka lewat hasil tes urine dan uji Laboratorium Forensik Polri Makassar, Agnes tetap mempertahankan posisi pengedar ganja tersebut hingga ada putusan sidang.

“Dia tersangka Pak, bukan terpidana. Tersangka itu belum terbukti. Bisa tanya pengacara atau polisi apa bedanya tersangka dan terpidana. Bapak ke pengadilan saja atau ke polisi tanya bagaimana proses peradilan,” tulis Agnes lewat Via Whatsapp.

“Pemecatan akan tunggu keputusan dari pengadilan. Penyelidikan oleh polisi. Ini Kasus hukum seusai prosedur hukum yang berlaku,” lanjut Agnes.

Senada dengan asisten pribadi Agnes, Ammar juga menjelaskan, saat ini status Aju belum diketahui bahwa dirinya adalah karyawan IWIP. Pihaknya juga masih mengkonfirmasi hal ini kepada tim HR dan Industrial Relations.

“Kalau benar karyawan IWIP, Aju akan di non-aktifkan. Selama Aju non-aktif, keluarganya akan diberi bantuan paling lama 6 bulan. Apabila setelah proses peradilan keputusannya Aju bersalah, perusahaan akan melakukan PHK,” jelasnya.

Sementara Aju saat dikonfirmasi, mengakui bahwa dirinya adalah karyawan di PT IWIP yang telah bekerja selama dua bulan.

“Iya saya adalah karyawan IWIP, sudah dua bulan saya kerja. Saya sopir Dump Truck (DT). Tanggal 25 desember ini saya sudah mau lanjut kotrak satu tahun,” akunya.

Untuk diketahui, saat ini Polisi telah menetapkan Aju sebagai tersangka melalui hasil tes urine dan uji Laboratorium Forensik Polri di Makassar. Tak hanya itu, Polisi juga menyita 30 sachet ganja kering sebagi barang bukti.

Pelaku diduga melanggar undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 111 ayat (1), dan 114 ayat (1). Ia diancam hukuman paling cepat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, denda paling sedikit 1 milyar atau paling banyak 10 milyar.

 

 

Reporter : Sahwan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *