Korupsi Pembangunan SLB Paluta, Rekanan dan Ketua Komite Divonis 2 tahun 8 bulan Penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Pembangunan Gedung Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB) kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara tak sesuai bestek. Ketua Komite Pembangunan Aslin Harahap dan rekanan Wakil Direktur CV. Setia Harapan Jaya, Koeswijan divonis masing -masing 2 tahun 8 bulan penjara.

Dalam persidangan di ruang Cakra 3 Pengadilan Neger (PN ) Medan, Kamis (19/12) dipimpin hakim ketua Sri Wahyuni, kedua terdakwa terlihat serius menyimak butir-butir amar putusan.

“Sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, kedua terdakwa terbukti tidak melaksankan pekerjaan sesuai dengan kontrak, ” jelas hakim.

Selain hukuman 2 tahun 8 bulan, kedua terdakwa juga dibebani denda Rp 50juta subsider 2 bulan kurungan. Sedangkan uang pengganti kerugian negara hanya dibebankan kepada terdakwa Koeswijan dan telah dibayar sebesar Rp 102juta dari Rp 118juta kerugian negara.

Menurut majelis hakim, kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat ( 1) ke-1 KUHPidana.

Menanggapi vonis hakim, kedua terdakwa dan Penasehat Hukum (PH) Kartika Sari dan Rointan dari LBH Persada menyatakan menerima putusan. Hal senada juga dinyatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Paluta yang dimotori Agus Salim.

Putusan majelis beda tipis dengan tuntutan jaksa yang menuntut 2,5 tahun, denda Rp 50juta subsider 3 bulan penjara.

Sesuai dakwaan, Aslin Harahap, Ketua Komite Pembangunan Gedung Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Padang Lawas Utara
dan Wakil Direktur CV. Setia Harapan Jaya, Koeswijan melaksanakan pembangunan Gedung USB TA 2012.

Pekerjaan bangunan gedung USB SLB senilai Rp1.483.250.000,- tidak sesuai dengan bestek akibatnya negara merugi Rp230.851.900,-.

Jaksa juga menguraikan terdakwa selaku ketua panitia tidak pernah membuat laporan progres pekerjaan. Selain itu ketika dilakukan audit dan cek lapangan yang dikerjakan CV. Setia Harapan Jaya banyak kekurangan.

 

 

Reporter : HZ

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *