BLKN Bima Mandiri bersama PT. SKS gelar Diskusi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sukabumi – Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKN) Bima Mandiri bekerja sama dengan PT. Sukma Karya Sejati (SKS) menggelar diskusi bertempat di Saung Sobat Jl. Lingkar Selatan Kota Sukabumi. Jum’at (20/12)

BLKN Bima Mandiri yang beralamat Jl Ciburial No.10 Rt004/004 Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat menggandeng Direktur Utama PT Sukma Karya Sejati (SKS) Bogor Handoko, mengundang para sponsor dan Dinas terkait untuk mendiskusikan pelaksanaan perekrutan calon TKI sesuai SOP yang ada.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Ketenaga Kerjaan Kabupaten Sukabumi, Dinas Kependudukan Kota dan Kabupaten dan para sponsor yang ada di wilayah Sukabumi dan Cianjur.

Direktur Utama PT. SKS Handoko, dalam kesempatan ini mengatakan, kami sengaja mengundang para petugas lapangan dan Dinas terkait dalam rangka penepatan TKI yang benar, agar TKI sukses di luar negeri, ujarnya.

Lanjutnya, PT SKS selaku yang mengurus para TKI, harus mempunyai kepedulian yang cukup tinggi terhadap warga Indonesia yang bekerja di luar negeri, para TKI harus memenuhi standar dan suasana kerja yang sesungguhnya di luar negeri.

Sementara Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKN) Bima Mandiri ada untuk mendukung melatih Tenaga Kerja Formal (perawat, pekerja dan pabrik) dan informal (Rumah Tangga) dengan didukung oleh pengajar yang berpengalaman dan di awasi langsung oleh para Direksi.

PJTKI Resmi dapat memberikan standar kualitas kerja yang mampu menjawab pasar global yang kompetitif sehingga gaji TKI – TKW bisa meningkat. PJTKI bertugas merekrut dan menempatkan TKI di berbagai negara di dunia, dan merekalah yang lebih mengetahui keadaan para pekerja, kapan berakhir kontrak kerja dan selama berapa lama tinggal di luar negeri.

Di tempat yang sama Anto sebagai Direktur lapangan menambahkan, harapan kedepan kita sama-sama sukses, kalau bisa setelah berhasil bisa membuka lapangan pekerjaan lagi bagi saudara, tetangga kerabat itu moto utamanya sama-sama berhasil, dan sponsornya aman, ujarnya.

“Saya berharap kepada Dinas terkait supaya secepatnya menyeleksi kepada perusahaan yang masih illegal agar ditertibkan, karena kalau ada TKI yang meninggal siapa yang akan mengurus dan mengasuransinya, kalau perusahaannya legal bisa mendapatkan senilai 400 Jt, jadi orang tidak takut dengan pemberangkatan yang legal/resmi walapun dengan waktu yang lama untuk mengikuti belajar 2 sampai 3 bulan,” terangnya.

Ditambahkan Geri, sebagai koordinator lapangan, kepada perusahaan berharap supaya secepatnya membuka cabang atau tempat transit di wilayah Sukabumi dan mulai hari ini wilayah Sukabumi baik kabupaten maupun kota, dan berharap juga kepada Dinas terkait supaya bisa ikut memantau kelapangan untuk menghindari adanya PT yang tidak resmi dan saya beserta sponsor yang lain mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Handoko, Anto, Edy dan staf jajaran yang lain yang telah banyak membantu segalanya.

Menanggapi hal tersebut, Tatang dari Dinasnaker menjelaskan, kami mendukung dengan apa yang dilaksanakan Handoko sebagai Direktur Utama PT (SKS) ini, kita harus bekerjasama agar bisa memberangkatkan TKI dengan baik dan benar sesuai dengan SOP yang sudah ada, jelasnya.

 

 

Reporter : Barkah

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *