Menhub : Cipatkan keselamatan dalam pelayaran

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Keselamatan pelayaran merupakan kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama. Slogan tersebut terus disiarkan saat kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran yang digelar Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dengan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November (IKA ITS) Surabaya di Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara, pagi hari ini (24/12).

Pada acara kampanye tersebut, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi berkesempatan hadir dan ikut mengkampanyekan pentingnya keselamatan pelayaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengatakan bahwa terciptanya keselamatan pelayaran bukan hanya milik regulator saja, tetapi juga tanggung jawab bersama termasuk operator kapal dan para penumpang kapal.

BTKP sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut memiliki tugas menyiapkan standarisasi dan sertifikasi alat-alat, dan bahan-bahan keselamatan pelayaran.

“Selain itu, dengan telah terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 132 Tahun 2019 tentang Standar Minimal pada BTKP, saya minta BTKP melaksanakan semua ketentuan dan amanat dari aturan tersebut tentunya harus didukung oleh stakeholder terkait,” kata Dirjen Agus.

Selain itu, percepatan pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) BTKP yang saat ini sedang berjalan juga harus diprioritaskan. Hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menjadi BLU, antara lain dengan menyiapkan SDM yang profesional dan kompeten, serta sarana dan prasarana BTKP juga harus terus ditingkatkan.

“Saya yakin, BTKP akan mampu menjadi garda terdepan, dalam menjamin keandalan alat-alat keselamatan pelayaran, sesuai dengan standar organisasi maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO), serta menunjukan komitmennya dalam mewujudkan keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Menhub Budi didampingi Dirjen Agus dan Kepala BTKP, Gigih Retnowati menyerahkan 1400 unit life jacket kepada para operator dan awak kapal.

Bantuan life jacket tersebut merupakan bantuan dari ITS yang diharap dapat memberikan manfaat, serta semakin meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna jasa transportasi laut, untuk lebih mentaati peraturan keselamatan pelayaran.

“Terlebih lagi, di Pelabuhan Muara Angke saat-saat peak season seperti masa libur Natal dan Tahun Baru ini seperti ini, peningkatan pengawasan harus lebih ditingkatkan, untuk menjamin terselenggaranya pelayaran yang aman, selamat, tertib, dan nyaman,” ujar Dirjen Agus.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala BTKP Gigih Retnowati mengatakan bahwa life jacket yang disumbangkan oleh IKA ITS telah melalui uji type approval oleh BTKP.

“Hampir 95% buatan anak bangsa. Hanya sekitar 5% saja produk impor,” kata Gigih.

Menurutnya, type approval alat-alat keselamatan pelayaran adalah salah satu tugas BTKP, sebelum produk itu dipasarkan seperti life jacket, Automatic Identification System (AIS), radio, Inflatable Life Raft (ILR) atau sekoci, dan alat keselamatan pelayaran lainnya.

“BTKP memiliki tugas untuk menjadi garda terdepan keselamatan pelayaran sesuai amanat Menteri Perhuhungan Nomor KM 132 Tahun 2019 tentang Standar Minimal pada BTKP,” tutup Gigih.

Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Ahmad, Syahbandar Utama Tanjung Priok Capt. Hermanta, Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok Elwin Refindo, Kepala KSOP Sunda Kelapa Ridwan Chaniago, KSOP Kepulauan Seribu Hanif Kartika Yudha, KSOP Muara Angke Anggiat Douglas, Ketua IKA ITS, dan pejabat terkait lainnya.

 

 

Reporter : Shem

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *