Sebagai agen keadilan dan kebenaran, wartawan harus miliki idealisme dan keberanian

  • Whatsapp

Oleh : Rony Haryanto

Aktivis HAM Aceh, Mantan Wartawan Investigasi, Mantan Koordinator FPII Aceh

MITRAPOL.com, Aceh – Kehadiran wartawan sudah tidak dipungkiri lagi sebagai pembawa perubahan dan tindakannya mampu menjawab kepentingan umat manusia dari masa ke masa. Profesi dan pengabdiannya selalu berpijak pada kepentingan publik dalam menukilkan sejarah keadilan dalam kehidupan umat manusia.

Berkat pengabdian dan kerja keras seorang wartawan, banyak problem kemanusiaan dan berbagai kasus sosial di dunia ini, seperti kemiskinan, pengangguran, kelaparan, kejahatan perang, ide perdamaian, kejahatan korupsi, kasus kekerasan dan berbagai kasus sosial lainnya terungkap di sepanjang sejarah, maka dari itu layak disematkan gelar pahlawan bagi setiap wartawan yang pro kebenaran dan keadilan, hal ini disampaikan aktivis HAM Aceh Rony Haryanto, Selasa (25/12)

Baginya tidak ada yang paling berkesan selain ketika seorang wartawan menjalankan fungsi jurnalistiknya itu penuh integritas dan idealisme. Sebab lanjutnya, bukan perkara mudah untuk menjadi seorang wartawan yang berintegritas, karena dibutuhkan intelijensi yang tinggi, tekad dan keberanian yang mumpuni sebab profesi itu penuh dengan tantangan dan resiko berbahaya.

” Jadi jurnalis sejati itu tidak mudah, butuh idealisme, kecerdasan dan keberanian yang cukuo, harus siap menghadapi tantangan dan godaan yang dapat mempengaruhi objektifitas pemberitaan, juga nyali yang kuat ketika menghadapi ancaman atau intimidasi-intimidasi, ” ujar mantan Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh tersebut.

Rony juga mendorong rekan – rekannya di dunia Pers, agar lebih gencar, lebih tajam dan lebih kritis lagi dalam menyajikan pemberitaan, demi tegaknya kebenaran dan keadilan, sebab seorang wartawan sejati itu, menentang segala bentuk ketidakadilan dan kesewenang – wenangan, tugasnya adalah memotret kenyataan, bukan sebaliknya.

Ia juga berpesan agar setiap wartawan harus idealis dan berpihak kepada rakyat, jika hal itu tidak mampu dilakukan ia menyarankan agar jangan memegang kartu pers, apalagi jika malah berusaha keras menutup -nutupi kebenaran dari sebuah kenyataan, karena itu adalah pengkhianatan besar terhadap prinsip jurnalistik.

” Setiap media dan jurnalisnya itu punya idiologi dan idealisme masing – masing, tapi satu – satunya idiologi media paling mutakhir saat ini adalah kebenaran dan keadilan, yang harus kita pegang teguh dalam setiap pemberitaan, dan wartawan sejati itu sudah pasti harus idealis,” ungkap putra Idi Rayeuk itu.

Rony meminta agar semua pihak untuk menghargai profesi wartawan, dan tidak melakukan hal – hal yang tidak pantas kepada setiap pekerja Pers yang bekerja menyuplai kebutuhan informasi bagi kepentingan publik.

” Kalau tidak ada wartawan memberitakan, mungkin banyak kasus tidak terungkap, banyak orang tidak tertolong. jadi jangan pernah melecehkan, apalagi melakukan pengancaman terhadap wartawan, atau bahkan mencelakai mereka, karena pembangunan peradaban juga tidak akan semaju ini tanpa wartawan,” tegas pria yang pernah bergabung di dunia Pers dan jurnalisme investigasi itu sejak masa kuliah di tahun 2000 tersebut.

Distorsi yang kerap muncul di dunia Pers, yang dicurigai kerap mengganggu objektifitas pemberitaan, dapat segera dihapuskan, agar terpenuhinya prinsip – prinsip independensi yang selama ini digaungkan, semua keberpihakan, yang menyebabkan tidak objektifnya pemberitaan harus dihapuskan, misalkan mereka yang diduga terlalu berpihak pada pejabat atau penguasa, ketimbang kepada kepentingan publik yang menjadi ladang pengabdiannya.

“Ini merupakan pengkhianatan terhadap kemuliaan itu sendiri, mereka yang mengkhianati prinsip – prinsip jurnalistik, tidak pantas disebut wartawan, jurnalis sejati itu berjuang demi kebenaran dan keadilan, demi kepentingan publik, itu makanya pekerjaan mereka sangat mulia,” pungkas owner sebuah media pinggiran itu menutup keterangannya.

 

 

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *