Akibat Kangkung dan Ikan Teri, 5 pria aduh jotos

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Kita semua pernah mengalami marah, mudah tersinggung, dan bete tidak tertahankan, hanya karena kelaparan. Bahkan seorang penyabar pun bisa berubah agresif saat perutnya keroncongan.

Seperti pepatah “Logika tanpa Logistik itu Anarkis”, istilah ini sering dipakai sebagai kata untuk menjelaskan bahwa seseorang akan mudah marah saat lapar. Ini karena makanan adalah sumber energi utama bagi tubuh.

Fenomena di atas ternyata dirasakan oleh Empat pria yang berprofesi sebagai Kuli Bangunan di Maluku Utara. Mereka adalah Ade Mansur (59), Wandi (20), Uti (23) dan Adi (25). Mereka berasal dari Makean, Halmahera Selatan.

Pria 59 tahun itu bersama ketiga putranya nekat menganiaya Ady (36), yang tak lain adalah mandor mereka sendiri disalah satu proyek di Halmahera Tengah (Halteng).

“Karena lapar makanya kami pukul dia (Ady). Soalnya pulang kerja tidak ada makanan di kem. Kemudian dia pergi sampai malam baru pulang. Pas pulang dia masih tanya gimana? Saya langsung pukul,” kata Ade Mansur, Selasa (24/12/2019) di ruang SPKT Polres Halteng.

“Kita juga bosan makan Kangkung dan Ikan Teri setiap hari. Sudah dua puluh hari kami makan seperti itu, kadang setiap pagi kita sarapan Nasi Garam dengan Kopi,” sambungnya.

Sementara Ady selaku Pengawas Lapangan mengaku bahwa, dirinya bukanlah tukang masak, tapi penyambung lidah diantara ke Empat pria tersebut dengan Bos pemilik Proyek.

“Saya hanya penyambung lidah dari mereka ke Bos. Soal makanan itu bukan tanggung jawab saya. Tapi kalau mau panjar saya bisa sediakan. Saya hanya menyediakan anggaranya sesuai volume kerja mereka,” kata pria asal Jawa itu.

Sembari mengatakan, “Tujuan saya baik, cuma tanya ‘gimana’. Baru tanya begitu, tangannya langsung jalan pukul saya”.

Dari peristiwa itu, akhirnya Adi memutuskan hubungan kerja dengan Empat Pria tersebut, serta mencabut Laporan Polisi-nya. “Mereka akan saya berhentikan dari pekerjaan, terakhir hari ini. Saya tidak mau bekerja dengan mereka lagi,” katanya.

Ka Jaga SPKT Polres Halteng, BRIGPOL Haerun Salauwe mengatakan, pihaknya telah menerima aduan dari Ady selaku korban. Akan tetapi permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan.

“Betul ada laporan kasus dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh Empat orang Warga Makean kepada pengawas mereka. Masalah ini terjadi karena tidak ada makanan (Lapar-red). Tapi sudah kami mediasi secara kekeluargaan,” singkatnya.

 

 

Reporter : Sahwan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *