Perbaikan Jembatan Cipajajar – Cileles rampung dikerjakan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Jembatan Cipajajar yang berada di Desa Cikareo, Kecamatan Cileles, mulai hari Sabtu(28/12) sudah bisa dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, hal tersebut dikarenakan perbaikan jembatan yang menelan anggaran Rp.637.000.000 sudah selesai dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas PUPR Lebak.

Rampungnya perbaikan jembatan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, kata Iti, dirinya merasa bersyukur jembatan Cipajajar sudah bisa digunakan kembali. Lantaran, akses menuju wilayah selatan Kabupaten Lebak sudah normal kembali, dengan begitu, warga yang akan menuju ke selatan atau sebaliknya tidak usah memutar kejalan alternatif.

Selain itu kata Iti, perbaikan jembatan tersebut juga dapat memudahkan wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada di Lebak Selatan. Dengan begitu, peningkatan ekonomi masyarakat dapat kembali Normal.

“Kemarin kita baru melakukan penanganan jembatan Cipajajar Cileles, Alhamdulillah sudah selesai, mulai Sabtu, 28 Desember 2019 kita sudah buka jalannya. Jadi bagi masyarakat yang akan ke Lebak selatan via Cileles sudah bisa menggunakan jembatan ini,”kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam siaran pers yang diterima Wartawan, Rabu(25/12).

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lebak terpaksa melakukan pengalihan arus lalu lintas menuju kawasan wisata Lebak Selatan. Menyusul jembatan Cipajajar yang terletak di desa Cikareo, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak ambrol, Jumat, 21 Juni 2019.

Akses menuju wilayah Lebak Selatan khususnya yang bertujuan menuju Gunung Kencana, Malingping dan Bayah terpaksa harus dialihkan ke ruas jalan Muara Dua – Sajir lantaran kondisi jembatan Cipajajar ambrol.

Rampungnya pekerjaan jembatan Cipajajar mendapatkan apresiasi dari masyarakat, khususnya pengguna jalan, karena, hampir lima bulan lamanya, masyarakat harus menggunakan jalur Alternatif untuk pulang pergi ke kota Rangkasbitung dan sebaliknya.

“Hampir kurang lebih lima bulan jembatan tersebut tidak bisa digunakan, syukurlah kini sudah selesai pekerjannya. Kami jadi lebih mudah lagi memasarkan hasil bumi ke kota Rangkasbitung,”kata Indra, salah seorang petani Kakao/Coklat asal Kecamatan Gunung Kencana.

 

 

Reporter : Ubay Pol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *