Polem Muda pertanyakan kredibilitas media Afnews

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Polem Muda Ahmad yani mengatakan terkait dengan kasus tuduhan yang di alamatkan kepada diri saya yang telah melakukan pemerkosaan terhadap Annisa(27) di Apartemen Kalibata City pada tanggal 11 Desember. Dalam hal ini perlu saya klarifikasi secara gamblang dan terang benderang mengingat kasus ini telah viral berbagai media dan jejaring sosial lainnya, tulis Polem dalam rilis yang diterima media Mitrapol.com. Sabtu (28/12).

Tuduhan dan pemberitaan tersebut telah menyudutkan diri saya, yang berdampak pada upaya pembunuhan karakter, pencemaran nama baik dan menjatuh harkat dan martabat bukan hanya diri saya pribadi tapi juga terhadap keluarga, organisasi yang saya pimpin Forkab dan masyarakat Aceh pada umum nya yang telah memyebarkan berita fitnah yang sangat keji, tulis Polem.

Dalam hal ini perlu saya jelaskan berdasarkan fakta bahwa apa yang dituduhkan dan diberitakan terhadap diri saya tidak benar dan tak mendasar. Ada upaya penggiringan opini dan konspirasi secara sistemik untuk menjatuhkan diri saya.

Jelas ini tak terlepas dari rangkaian jejak rekam sikap kritis dan perjuangan saya terhadap kebenaran dan keadilan dalam melawan kezaliman atas kebijakan yang merugikan rakyat Aceh.

Mungkin karena sikap saya terlalu kritis, vokal dan tegas dalam melawan kezaliman,ada pihak-pihak yang kurang senang, sakit hati karena telah mengusik rencana busuk mereka serta telah mengganggu ladang bisnis mereka atas penderitaan rakyat.

Hari ini telah terbukti apa yang dituduhkan semuanya tidak benar bahkan ini bagian konspirasi dan fitnah yang melibatkan tokoh intelektual yang bermain di balik layar dengan memanfaat kan keluguan Annisa.

Alhamdulillah Annisa telah terbuka hatinya untuk mengatakan kejujuran hatinya menyampaikan apa yang terjadi yang sebenarnya, saya yakin keberanian Annisa untuk menyampaikan klarifikasi dan pengakuan yang sebenar nya bukan atas dasar paksaan namun iniasitif sendiri.

Pada intinya saya selaku rakyat yang patuh dan taat hukum telah siap menghadapi proses hukum karena tidak ada yang kebal hukum, sebagaimana yang telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan saya siap bertanggung jawab dunia akhirat bila benar saya melakukannya.

Intinya perdamaian kedua belah untuk meluruskan kesalahpahaman terhadap berita yang dikembangkan dan dibesarkan oleh pihak tertentu yang ingin cari panggung. Agar kesalahpahaman ini tidak ada yang dirugikan dan diuntungkan, bahkan Annisa sendiripun akhirnya menyadari telah dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Mengingat kasus ini telah menyerang dan menjatuhkan harkat dan martabat diri saya, pembunuhan karakter oleh media Media Afnews, saya akan melaporkan ke ranah hukum.

Pemberitaan Media Afnews jelas tidak berimbang (balance) tidak ada Cross Check sebagaimana di atur dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalis, serta kami menduga Media Afnews tidak terdaftar di Dewan Pers, berdasarkan penelurusan di situs resmi Dewan Pers.

Terakhir saya bersama pengacara akan melaporkan Abdul.Hadi (Adi Maros) atas penyebaran konten Video yang mencermarkan nama baik saya dan menebar fitnah jelas telah menyalahi undang -undang ITE Nomor 11 Tahun 2008 adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik serta melakukan perbuatan tindak pidana pencemaran nama baik.

Kita patut pertanyakan sejauh mana tingkat kredibilitas media Afnews ini, mudah-mudahan bukan menjadi media “Buzzer” mesin penyebar fitnah. sebab itu sangat berbahaya bagi kehidupan demokrasi, berbangsa dan bernegara, tutup Polem mengakhiri rilisnya yang diterima redaksi Mitrapol.com

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *