Rektor UIN AR- RANIRY perjuangkan gedung represensatif

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Simeulue – Beberapa waktu silam pernah tersiar kabar Pemkab Simeulue tepatnya di masa Pemerintahan Bupati Riswan NS pernah membentuk Tim agar di Pulau Simeulue berdisi sebuah Universitas.

Namun meski sudah mengeluarkan uang dari Kas Daerah ditaksir Milyaran Rupiah untuk kebutuhan Tim termasuk beberapa dari anggota DPRK setempat dan sempat Pemkab menandatangi perjanjian dengan sebuah Perguruan Negeri, untuk buka “Kelas Jauh” semuanya hayalan belaka.

Menimbang banyak hal untuk eksistensi pendidikan anak di Simeulue, seorang Tokoh Masyarakat Simeulue yang tak ingin namanya ditulis memutar pikiran menguras tenaga mendekati Yayasan Kawanad.

Gayung bersambut Ir. Masri, M.Eng, Ketua Yayasan Kawanad yang juga peduli akan Pendidikan Generasi Aceh tak kecuali untuk pendidikan anak anak Simeulue meski tanpa dibantu modal oleh siapapun, bergerak cepat.

Alhamdulillah, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Simeulue- Aceh, lahir, tepatnya, Februari 2016 dengan Nomor SK PT Nomor: 605 Tahun 2016 dan Tanggal SK PT 1 Februari 2016.

Seiring waktu STIT Simeulue tumbuh menjadi salah satu Perguruan Tinggi Aktif di Nusantara yang bermodel Perguruan Tinggi, dinaungi oleh Dikti dan tercantum ke dalam Kopertis Wilayah 1.

Baru baru ini Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah V Aceh, Prof. Dr. H. Warul Walidin, M.A. dan rombongan mengunjungi Kampus STIT Simeulue.

Di kesempatan menjelang mengenang peristiwa Smong/tsunami melanda Prof. Warul Walidi yang juga Rektor UIN AR-RANIRY Banda Aceh ini mengisi mata kuliah bagi para Mahasiswa/i perguruan itu.

Didalam mata kuliahnya, menurut Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Kawanad, Marianto, SE. Sang Profesor juga mensugesti para mahasiswa STIT Simeulue untuk semangat belajar dan mencitai Perguruan Daerah sendiri.

Ketua Yayasan Kawanad menyikapi kehadiran Prof. Dr. H. Warul Walidi dalam pers rilisnya yang dikirim kepada media Sabtu (28/12) sangatlah bangga dan senang.

“Kami seluruh staf Yayasan Kawanad dan Civitas Akademika STIT Simeulue, mengucapkan rasa Terimakasih yang luar biasa dan kami merasa bergembira sekali telah berkenan ke kampus STIT Simeulue,” ungkapnya.

Katanya Profesor Warul Walidi pada kesempatan itu akan memperjuangkan gedung STIT Simeulue yang representatif, Sekaligus jadi Kebanggaan Masyarakat Simeulue Umumnya.

Menurut Masri diselah liburan semester akhir Januari 2020, Mahasiswa/i STIT Simeulue berangkat ke Banda Aceh mengikuti pelatihan.

 

 

Reporter : Sarwadi.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *