Telan 3.4 Milyar, Progres Proyek Pasar Sukadana minim hingga dekati akhir kontrak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sukadana Kalbar – Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat untuk merelokasi pedagang yang berjualan di pasar dusun Simpang Empat desa Pangkalan Buton (sungai mengkuang) dan pedagang yang berjualan di sepanjang jalan Tanjungpura Desa Sutera akan tertunda.

Sebab, hingga mendekati waktu selesai kontrak tanggal 25 Desember ini, kondisi sarana dan prasarana serta bangunan pasar yang menelan biaya 3.4 milyar dana APBN Tahun 2019 itu tidak selesai sesuai kontrak yang ditentukan.

Nampak dilokasi pekerjaan, para pekerja masih “ngebut” menyelesaikan beberapa jenis pekerjaan proyek yang cenderung hanya menghamburkan duit negara tersebut. Walau demikian diprediksi, sangat tidak mungkin pekerjaan proyek pasar itu akan selesai.

Demikian yang dikatakan oleh salah satu warga yang berdomisili disekitar proyek Dinas Perindagkop itu. “Semakin mendekati akhir kontrak, nampaknya pemborongnya siang malam kerja, tapi mustahil bisa selesai. Buat apalah bangun banyak pasar sementara pasar yang ada kosong melompong,” katanya.

Beberapa pekerjaan yang dikerjakan oleh para tukang yang terkesan ngebut itu diantaranya penyelesaian bagian atas, pembuatan lapak-lapak pedagang, serta beberapa pekerjaan kasar lainya, nampak bangunan tersebut sedang dicat dan terpampang tulisan pasar rakyat.

Sementara itu, proyek penimbunan tanah dilokasi pasar itu, terlihat hanya sebagian tanah yang ditimbun guna akses jalan pasar itu, padahal nilai proyek timbunan itu senilai hampir 91 juta, namun volume tanah yang ditimbun sangat minim, nampak jelas dari jenis tanah timbunan yang digunakan yakni berjenis tanah berwarna kuning khas tanah bebatuan atau daerah pegunungan.

Selain itu, proyek pembangunan batu kali senilai 181 juta, volume terpasang hanya nampak sepanjang kurang lebih 70-80 meter saja, disinyalir tidak sesuai dengan kontrak.

penimbunan senilai 91 juta serta pemasangan batu kali senilai 181 juta itu, dikerjakan oleh CV.Diwa Karya Abadi disinyalir pula dikerjakan oleh pelaksana dengan mendahului kontrak pekerjaan.

Pasalnya, pekerjaan itu telah selesai dikerjakan sementara papan informasi baru terpasang sekitar tangga 13 Desember 2019. “Asumsi kami, pemiliki proyek ini adalah orang dekat dengan kekuasaan dengan meminjam perusahaan orang Kubu Raya Pontianak. Praktek pinjam pakai perusahaan ini juga mengindikasikan bahwa proyek ini sengaja dikerjakan dulu dengan dugaan bahwa orang dinas diintervensi dengan orang yang dekat dengan kekuasaan tersebut. Itu bisa dilacak dilaman LPSE Kayong Utara soal dugaan pekerjaan mendahului SPMK” ujar sumber yang enggan disebut namanya.

Kepala Dinas Perindagkop KKU, H. Erwin Sudrajat, S.Sos, M.AP mengatakan bahwa pihaknya secara lisan maupun tulisan terus mendorong kontraktor proyek senilai 3.4 Milyar itu untuk berupaya menyelesaikan pekerjaan secara maksimal. “Pembayaran pekerjaan nantinya sesuai dengan progres pekerjaan,” katanya.

 

 

Reporter : Roy/Ridwan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *