Warga Aceh di Malaysia patungan pulangkan jenazah Safrizal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Safrizal, pria kelahiran 12 Juni 1997 asal Alue Bu Tuha Puerlak Aceh Timur meninggal dunia di rumah sewa di negeri jiran Malaysia pada tanggal (26/12).

Safrizal (24) telah berpulang ke sang pencipta lebih kurang pada jam 7 pagi di daerah Pantai Dalam Selangor Malaysia tempat dimana almarhum menyewa rumah tempat Tinggal bersama Istrinya Novitasari (22)

Untuk memulangkan jenasah Safrizal ke kampong halamannya, Bukhari IB dan segenap warga Aceh yang berasal dari Aceh Timur berusaha mengutip dana untuk keperluan pemulangan jenazah, Bukhari.ib bersama warga Aceh yang Ada di perantauan berhasil memulangkan jenazah safrizal ke Aceh Timur, Minggu (29/12).

Menurut Novitasari almarhum sudah lama mengidap penyakit batuk berdarah, ketika masih berada di Aceh almarhum memang sudah mengidap penyakit batuk berdarah, kami merantau ke Malaysia sejak 2017 yang lalu, namun disaat ajal datang menjemput tidak siapapun bisa menduga, karena itu adalah rahasia Allah SWT, ujar Novitasari

Bukhari.IB bersama seluruh persatuan Aceh di Malaysia bergandeng tangan, bahu membahu mengulurkan bantuan dalam bentuk apa saja yang di perlukan untuk pemulangan Jenazah tersebut, mulai dari perbelanjaan sehingga ke pengurusan dokumen, dari hospital hingga ke kedutaan Di Malaysia

Bukhari.IB. menghubungi pihak yang mengelola ambulance untuk mempersiapkan mobil ambulance dari bandara Kuala Namu Medan menuju ke Aceh Timur tepatnya di Desa Alue Bu Puerlak,

Setiba di Aceh Timur jenazah Safrizal disambut dengan isak tangis oleh keluarganya yang didampingi Tgk. H. Mudawali Ibrahim, S.Ag anggota DPRK Aceh Timur dari Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) yang juga sebagai perwakilan atau mewakili Bukhari Ibrahim dari Malaysia.

Keberhasilan pemulangan Jenazah Ini juga tak luput dari peran penting Tgk Muhammad, apalagi menyangkut dengan biaya, beliau sangat besar perannya dalam menangani jenazah Ini, khusus nya dalam hal pengutipan dana, karena beliau juga sebagai bendahara dalam persatuan (kesbam) dan juga turut dibantu oleh persatuan Aceh lain nya yang ada di Malaysia, ujar Tgk Mudawali kepada awak media.

 

 

Reporter : Zul Aceh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *