Sebut saksi korban rampok uang IT&B 2,4 M, Tan Ben Chong tersandung ITE

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Tansri Chandra alias Tan Ben Chong  (73) yang dikenal sebagai pengusaha kota Medan didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (8/1/2020), terkait perkara ITE (Informasi Transaksi Elektronik), sesuai pengaduan saksi Tony Harsono.

Dalam persidangan dipimpin hakim ketua Erintuah Damanik dengan agenda pembacaan dakwaan, terdakwa Tan Ben Chong yang beralamat di Jalan Gandhi No. 14 / 124 Kelurahan Sei Rengas I Kecamatan Medan Kota Medan ini terlihat duduk kaku menyimak butir-butir dakwaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Edmond Purba dalam dakwaan menyebutkan, peristiwanya berkisar bulan Maret 2019, terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik.

Caranya,  saksi korban Tony Harsono dan terdakwa  bergabung di grup WhatsApp Yayasan Sosial Lautan Mulia  (SLM). Tony Harsono menjabat sebagai penasehat yayasan dan terdakwa menjabat sebagai ketua yayasan .

Sedangkan anggota grup WhatsApp Yayasan SLM adalah saksi korban Tony Harsono, terdakwa, saksi Tedy Sutrisno Alias Tan  Cong Bin, saksi Gani Alias Tan Cang Ching, saksi James Tantono  Alias Tan Po Seng, saksi Anwar Susanto dan saksi Jesicca sebagai admin grup WhatsApp .

Pada tanggal 16 Maret 2019  terdakwa mengirim pesan dan foto ke grup WhatsApp. Disebutnya, Tony Harsono, wataknya prima, IQ tinggi, alias aseng tukang bakar, kalau pake di jalan jadi professor, merampok uang IT&B Rp 300 juta.

Lebih lanjut, tampangnya seperti Suhu, dia tahu kalau uang  Rp 300juta uang haram. Jadi takut di hukum maka diutus sekretaris nona cantik yang ambil uang haram Rp 300juta.

Dalam grup WhatsApp juga disebutkan,  yang mau menjatuhkan IT&B, ada 6 orang (G6) yaitu saksi korban Tony Harsono, saksi Tedy Sutrisno Alias Tan  Cong Bin, saksi Gani Alias Tan Cang Ching, saksi James Tantono  Alias Tan Po Seng, saksi Anwar Susanto dan Tamin Sukardi.

Kemudian  tanggal 16 April terdakwa  mengirim gambar dan tulisan  ke grup WhatsApp  dengan kalimat “INGAT G6. MERAMPOK UANG IT&B  JUMLAH RP 2.400.000.000.

Akibat perbuatan terdakwa yang  mengirimkan  pesan dan gambar  di grup WhatsApp Yayasan SLM
yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik  terhadap saksi Tony Harsono dan temannya-temannya (G6).

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pidana melanggar Pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 tahun 2016 Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE.

 

 

Reporter : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *