Gelapkan Uang, mantan Dirut PT SPM divonis 6 Bulan Penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Marzuki Hasyem (46) mantan Direktur Utama PT Surya Perdana Mandiri (SPM) divonis enam bulan penjara  oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (9/1/2020), karena terbukti bersalah melakukan penggelapan uang saksi Sulaiman Ibrahim Rp 2,2 Miliar.

Hakim Ketua Handra Sipayung dalam amar putusannya menyebutkan, sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan dan bukti-bukti yang ada, terdakwa terbukti bersalah, secara tanpa hak menguasai uang milik perusahaan

Putusan majelis hakim jauh lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum Candra Naibaho yang menuntut terdakwa 1,5 tahun penjara. Meski demikian, Candra mengatakan pikir-pikir atas putusan itu.

Hebohnya lagi, selain menjatuhkan vonis jauh lebih rendah, hakim Hendra Sipayung juga telah menangguhkan penahanan terdakwa Marzuki beberapa pekan sebelum jatuh vonis .

Sesuai dakwaan, peristiwanya berkisar  Desember 2017 hingga  Mei 2018, terdakwa mendatangi kantor saksi korban Sulaiman Ibrahim di Jalan Beo Indah II No.43 E Sei Sekambing B Medan. Kedatangan terdakwa menawarkan job (pekerjaan) di Wika Industri dan kontruksi Jakarta.

Korban setuju menjadi sub kontraktor, dengan syarat harus menggunakan perusahaan saksi korban PT Kasama Garda. Selain itu terdakwa juga memasukan perusahaan PT SPM, terdakwa menjabat sebagai Direktur Utama.

Saat proses berjalan, terjadi  perubahan struktur kepengurusan PT SPM, terdakwa Marzuki Hasyem  tidak lagi menjabat Direktur Utama, digantikan Ny. Eva Yanti.  Sedangkan Direktur dijabat  oleh  Sulaiman Ibrahim (saksi korban) menggantikan  Ny. Asniar Zakaris. Sedangkan Komisaris atas nama Adnansyah.

Meski struktur kepengurusan berubah, rekening  PT SPM masih atas nama terdakwa Marzuki Hasyem. Nah, dengan situasi seperti itu, saksi korban kesulitan melakukan transaksi uang masuk dan keluar,  termasuk dalam pembayaran pajak perusahaan.

Rupanya kondisi seperti itu dimanfaatkan terdakwa yang beralamat  Komplek Bumi Asri Blok C No.97 Kel. Cinta Damai Kec. Medan Helvetia Kota Medan ini untuk menguras uang  saksi korban, sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 2.250.000.000.

Semula terdakwa melakukan pinjaman Rp. 200juta yang dibuat tanda terima kwitansi. Kemudian setor tunai  ke rekening terdakwa Rp. 100juta, transfer Rp.200juta, cek  sebesar Rp.150 juta, transfer  sebesar Rp100juta.

Kemudian korban melakukan pemindahan buku sebesar Rp. 1 miliar, transfer uang sebesar Rp. 500juta untuk pembayaran pekerjaan cat pipa kepada pemborong di Aceh.

Setiap transaksi keluar masuknya uang PT SPM harus melalui rekening terdakwa. Sebab rekening PT SPM masih atas nama terdakwa. Kacaunya, semua transaksi tidak dilaksanakan terdakwa. Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami kerugian Rp. 2.250.000.000.

 

 

Reporter : ZH

 

 

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *